<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="26926">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI POLE-DIPOLE UNTUK MENENTUKAN ZONA LAPUK (WEATHERED ZONE) DI KAWASAN BLANG BINTANG ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ikrammullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian untuk memetakan zona lapuk dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi pole-dipole di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar. Metode geolistrik adalah metode yang digunakan untuk mengetahui struktur bawah permukaan tanah dengan menginjeksikan arus kedalam tanah menggunakan dua buah elektroda dan kemudian mengukur beda potensial dengan dua buah elektroda lainnya. Pada metode listrik konfigurasi pole-dipole salah satu elektroda arus diletakkan berjauhan dari pada elektoda lainnya sejauh 800 meter.Penentuan lintasan pengukuran dilakukan secara sembarang dengan topografi untuk mendapatkan kemiringan sehingga didapatkan 4 lintasan dengan panjang 2 buah lintasan 200 meter dan 2 buah lintasan 400 meter dengan spasi 5 meter. Pada penelitian ini elektroda yang digunakan berjumlah 80 buah.  Hasil interpretasi dari keempat lintasan nilai resistivitas yang didapat dari pengukuran ini yaitu 2-170 ?m.Pada setiap lintasan ada tiga bagian nilai dari resistivitas yang dibagi, nilai resistivitas 0-50 ?m diinterpretasikan sebagai tanah lempung, pada nilai resistivitas 50-100 ?m diinterpretasikan sebagai tanah alluvial dan pasir sedangkan pada nilai resistivitas 100-170 ?m diinterpretasikan sebagai tanah kering. Data pengukuran menunjukkan zona lapuk di setiap lintasan  dengan melihat nilai resistivitasnya yang cenderung rendah yaitu 2-50 ?m. Pada setiap lintasan memperlihatkan adanya zona lapuk walau berbeda lapisan karena topografi wilayah yang berbukit-bukit. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Geolistrik konfigurasi pole-dipole, Nilai resistivitas, zona lapuk.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>26926</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-10-13 14:51:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-13 15:32:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>