<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="26914">
 <titleInfo>
  <title>KAUSALITAS JUMLAH UANG BEREDAR DAN TINGKAT SUKU BUNGA DAN PENGARUHNYA TERHADAP INFLASI DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>zahrul fuadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kausalitas danpengaruh jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga terhadap inflasi di Indonesia.Dalam penelitian ini, model yang digunakan adalah model Vector Autoregressive (VAR) untuk melihat apakah ada hubungan kausalitas antara hubungan antara variabe l jumlah uang beredar dengan tingkat suku bunga dan pengaruhnya terhadap inflasi. Dari hasil pengujian terlihat bahwa variable inflasi, jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga adalah variabel yang tidakstasioner pada tingkat level. Hal ini berdasarkan hasil uji ADF dimana nilai ADF adalah lebih besar dari nilai Critical Value. Dan sebaliknya variable inflasi, jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga adalah variabel yang stasioner pada tingkat first difference. Hal ini berdasarkan hasil uji ADF dimana nilai ADF adalah lebih kecil darinilai critical value. Diketahui bahwa untuk estimasi Adjusted R-Squared sebesar 0.809586, hal ini menunjukkan bahwa 80 persen proporsi perubahan yang ada di dalam model penelitian dipengaruhi oleh seluruh variabel yang berpengaruh di dalam model. Sedangkansisanyayaitusebesar 20 persen dipengaruhi oleh proporsi di luar model penelitian. Rekomendasi kebijakannya yaitu kebijakan moneter masih dapat dilakukan melalui tingkat bunga sebagai indicator dalam pengambilan kebijakan moneter, karena memiliki hubungan penyesuaian dalam jangka pendek.&#13;
Kata kunci :inflasi, jumlahuangberedar, sukubunga SBI&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>26914</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-10-13 10:24:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-13 10:42:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>