IDENTIFIKASI MINERAL DAN KARAKTERISTIK BATU GIOK ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI MINERAL DAN KARAKTERISTIK BATU GIOK ACEH


Pengarang

Akmal Nizar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200260010

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan identifikasi dan karakteristik batu giok Aceh dari kabupaten Nagan raya dan Aceh tengah (Takengon). Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi mineral penyusun dari batu giok Aceh berdasarkan analisis menggunakan metode XRF, XRD dan pengujian berat jenis. Sampel yang diambil pada pusat penjualan batu giok di Gampong Lingkep, Lampeunerut yang berasal dari Nagan Raya dan Takengon. Nama sampel pada pasaran adalah bio solar, black jade, cempaka madu, dan lavender. Data hasil pengujian XRF menunjukkan bahwa batu bio solar Nagan raya memiliki kandungan senyawa SiO2 sebesar 19,7%, CaO 59,8%, Fe2O3 11,1, Al2O3 7,50%. Data hasil pengujian spesific gravity bio solar adalah 3,22. Setelah pencocokan dengan beberapa database mineralogy batu giok, batu bio solar dikategorikan batu giok vesuvianit. Batu black jade Nagan raya memiliki kandungan SiO2 sebesar 38,4%, Fe2O3 sebesar 38,9%, MgO sebesar 17,0%. Spesific gravity batu black jade nagan raya berkisar antara 2,8 – 3,13 dan black jade Takengon memiliki kandungan senyawa SiO2 39,6%, Fe2O3 35,1% dan MgO 17,0%. Spesific gravity batu balck jade dari Takengon antara 2,7 – 3,07. Setelah pencocok dengan database mineralogy batu black jade bukan batu giok, melainkan mineral lain yaitu mineral kuarsa – himatite. Batu cempaka madu dari Nagan raya memiliki kandungan senyawa SiO2 sebesar 84,9%, Fe2O3 5,47%, CaO 0,60%. Spesific gravity batu cempaka madu Nagan raya berkisar antara 2,60 – 2,62 Cempaka madu dari Takengon memiliki kandungan senyawa SiO2 sebesar 81,1%, Fe2O3 sebesar 8,03%, CaO sebesar 2,09%. Spesific gravity batu cempaka dari takengon berkisar antara 2,59. Dari pencocokan dengan database mineralogy batu cempaka madu bukan batu giok, melainkan mineral kuarsa. Batu lavender dari Nagan raya memiliki kandungan senyawa SiO2 sebesar 90,8%, CaO 0,07% dan Fe2O3 sebesar 3,54%. Spesific gravity batu lavender adalah 2,66. Setelah pencocokan dengan database mineralogy, batu lavender bukan batu giok melainkan jenis mineral kuarsa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK