Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERKEMBANGAN VOLUME PENJUALAN ADEE KAK NAH DI GAMPONG MEURAKSA KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA
Pengarang
Zurratul Maksyumah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206101030065
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Ekonomi (S1) / PDDIKTI : 87203
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Maksyumah, Zurratul. 2016. Perkembangan Volume Penjualan Adee Kak Nah di Gampong Meuraksa Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.
Pembimbing: (1) Drs. Zakaria, M.Ed (2) Alfi Syahril Fj, S.Pd M.Si
Kata Kunci: Perkembangan, Volume Penjualan, Strategi Pemasaran
Penelitian yang berjudul “Perkembangan Volume Penjualan Adee Kak Nah di Gampong Meuraksa Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya” ini bertujuan untuk melihat perkembangan volume penjualan Adee Kak Nah selama 3 tahun terakhir dan peranan strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan. Subjek dalam penelitian ini adalah pemilik usaha Adee Kak Nah dan staff karyawan, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah data-data mengenai volume penjualan dan strategi pemasaran Adee Kak Nah di Gampong Meuraksa Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penelitian kepustakaan, penelitian lapangan yang berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan menggunakan rumus perkembangan volume penjualan yang dikemukakan oleh Horne (2005:38) g=(s1-s0)/s0 x 100%. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat perkembangan volume penjualan Adee Kak Nah mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2013 tingkat volume penjualan 75.000 kotak yang berukuran kecil, dan berukuran besar sebanyak 36.000 kotak. Dan pada tahun 2014 tingkat volume penjualan meningkat sebanyak 90.000 kotak yang berukuran kotak kecil dan berukuran kotak besar sebanyak 45.000 kotak. Selanjutnya pada tahun 2015 tingkat volume penjualan meningkat sebanyak 97.000 kotak untuk yang berukuran kotak kecil, sedangkan untuk kotak ukuran besar sebanyak 50.400 kotak. Dengan rata-rata untuk ukuran kecil 86.400 kotak, sedangkan untuk ukuran kotak besar dengan rata-rata 43.800 kotak. Kemudian dilihat dari segi pemasarannya mengalami perkembangan yang membanggakan, hal ini dapat dilihat dari jumlah permintaan yang selalu meningkat setiap tahunnya, adapun strategi pemasaran yang digunakan pada usaha adee Kak Nah meliputi kombinasi dari strategi pemasaran marketing mix, yaitu: (a) Produk yang ditawarkan pada usaha adee kak Nah 2 jenis adee dengan rasa yang enak dan berbeda. (b) Harga adee yang berukuran kotak kecil Rp15.000,00 dan berukuran kotak besar Rp25.000,00. (c) Tempat yang ditawarkan pada usaha adee kak Nah sangatlah nyaman dan strategis, dilengkapi dengan area parkir yang luas. (d) Promosi yang digunakan pihak usaha adee kak Nah dengan memperkenalkan produknya ke masyarakat dengan cara iklan di radio, melalui mulut ke mulut, papan bunga, dan koran serambi Indonesia. (e) Pelayanan penjualan produk harus menarik dan karyawan juga ramah sehingga konsumen memperoleh kepuasan waktu berkunjung dan membeli produk adee tersebut.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH SISTEM KONVENSIONAL DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI GAMPONG RHING BLANG KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA (Miranda Rosiva, 2019)
PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR KOTA MEUREUDU PASCA PEMEKARAN KABUPATEN PIDIE JAYA, 2007-2016 (Ubaidillah, 2017)
ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT USAHA TAMBAK IKAN BANDENG DI KECAMATAN MEUREDU KABUPATEN PIDIE JAYA (Surya Darma Putra, 2021)
PEMERIKSAAN KONTAMINASI BORAKS PADA BAKSO DAGING SAPI DI KABUPATEN PIDIE JAYA (RIZAL FUADI, 2015)
TOPONIMI NAMA GAMPONG DI KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA (IRMAYANA, 2024)