Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN MEMAAFKAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WANITA YANG BERCERAI
Pengarang
Meutia Maulida - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1107101130017
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Perceraian berdampak negatif pada hampir seluruh aspek kehidupan wanita yang bercerai. Masalah-masalah yang terjadi setelah perceraian memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis wanita yang bercerai sehingga perlu suatu tindakan yang dapat mengatasi penderitaan dan penyembuhan secara psikologis, yaitu melalui memaafkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 266 wanita bercerai yang berusia 23-40 tahun yang tinggal di Aceh. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dari Transgression-Related Interpesonal Motivation-18 (TRIM-18) yang dikembangkan oleh McCullough, Root, dan Cohen dan adaptasi dari Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang kembangkan oleh Ryff. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,525 dengan nilai p = 0,00 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi negatif dikarenakan variabel memaafkan berada pada kategori skor rendah dan variabel kesejahteraan psikologis berada pada kategori skor tinggi. Rendahnya skor pada variabel memaafkan menunjukkan semakin tinggi tingkat memaafkan individu. Hipotesis yang diajukan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat memaafkan pada wanita yang bercerai maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat memaafkan wanita bercerai berada pada kategori tinggi dan memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi pula.
Kata kunci: Memaafkan, Kesejahteraan Psikologis, Wanita, Perceraian
ABSTRAK
Perceraian berdampak negatif pada hampir seluruh aspek kehidupan wanita yang bercerai. Masalah-masalah yang terjadi setelah perceraian memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis wanita yang bercerai sehingga perlu suatu tindakan yang dapat mengatasi penderitaan dan penyembuhan secara psikologis, yaitu melalui memaafkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 266 wanita bercerai yang berusia 23-40 tahun yang tinggal di Aceh. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dari Transgression-Related Interpesonal Motivation-18 (TRIM-18) yang dikembangkan oleh McCullough, Root, dan Cohen dan adaptasi dari Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang kembangkan oleh Ryff. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,525 dengan nilai p = 0,00 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi negatif dikarenakan variabel memaafkan berada pada kategori skor rendah dan variabel kesejahteraan psikologis berada pada kategori skor tinggi. Rendahnya skor pada variabel memaafkan menunjukkan semakin tinggi tingkat memaafkan individu. Hipotesis yang diajukan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat memaafkan pada wanita yang bercerai maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat memaafkan wanita bercerai berada pada kategori tinggi dan memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi pula.
Kata kunci: Memaafkan, Kesejahteraan Psikologis, Wanita, Perceraian
ABSTRAK
Perceraian berdampak negatif pada hampir seluruh aspek kehidupan wanita yang bercerai. Masalah-masalah yang terjadi setelah perceraian memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis wanita yang bercerai sehingga perlu suatu tindakan yang dapat mengatasi penderitaan dan penyembuhan secara psikologis, yaitu melalui memaafkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 266 wanita bercerai yang berusia 23-40 tahun yang tinggal di Aceh. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dari Transgression-Related Interpesonal Motivation-18 (TRIM-18) yang dikembangkan oleh McCullough, Root, dan Cohen dan adaptasi dari Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang kembangkan oleh Ryff. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,525 dengan nilai p = 0,00 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi negatif dikarenakan variabel memaafkan berada pada kategori skor rendah dan variabel kesejahteraan psikologis berada pada kategori skor tinggi. Rendahnya skor pada variabel memaafkan menunjukkan semakin tinggi tingkat memaafkan individu. Hipotesis yang diajukan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat memaafkan pada wanita yang bercerai maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat memaafkan wanita bercerai berada pada kategori tinggi dan memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi pula.
Kata kunci: Memaafkan, Kesejahteraan Psikologis, Wanita, Perceraian
ABSTRAK
Perceraian berdampak negatif pada hampir seluruh aspek kehidupan wanita yang bercerai. Masalah-masalah yang terjadi setelah perceraian memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis wanita yang bercerai sehingga perlu suatu tindakan yang dapat mengatasi penderitaan dan penyembuhan secara psikologis, yaitu melalui memaafkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 266 wanita bercerai yang berusia 23-40 tahun yang tinggal di Aceh. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dari Transgression-Related Interpesonal Motivation-18 (TRIM-18) yang dikembangkan oleh McCullough, Root, dan Cohen dan adaptasi dari Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang kembangkan oleh Ryff. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,525 dengan nilai p = 0,00 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi negatif dikarenakan variabel memaafkan berada pada kategori skor rendah dan variabel kesejahteraan psikologis berada pada kategori skor tinggi. Rendahnya skor pada variabel memaafkan menunjukkan semakin tinggi tingkat memaafkan individu. Hipotesis yang diajukan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara memaafkan dengan kesejahteraan psikologis pada wanita yang bercerai. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat memaafkan pada wanita yang bercerai maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat memaafkan wanita bercerai berada pada kategori tinggi dan memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi pula.
Kata kunci: Memaafkan, Kesejahteraan Psikologis, Wanita, Perceraian
Tidak Tersedia Deskripsi
DINAMIKA MEMAAFKAN PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI DI KOTA BANDA ACEH (Silfana Amalia Nasri, 2014)
PERBEDAAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA BERCERAI DI BANDA ACEH DITINJAU DARI JENIS KELAMIN (Azzima Rahmil Izzati, 2020)
HUBUNGAN WELAS ASIH DIRI DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA DEWASA AWAL KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA (Farah Nadia, 2024)
HUBUNGAN OPTIMISME DAN KESEJAHTERAAN PAIKOLOGIS PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI (NURANITA, 2018)
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ENTREPRENEUR WANITA MISKIN BERBASIS KINERJA STUDI KASUS PADA KSM KOTA BANDA ACEH (Mikraj, 2017)