KONSEP DIRI MAHASISWI PEROKOK (STUDI : FENOMENOLOGI KONSEP DIRI MAHASISWI PEROKOK DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONSEP DIRI MAHASISWI PEROKOK (STUDI : FENOMENOLOGI KONSEP DIRI MAHASISWI PEROKOK DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Fajrie Rizkie - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910102010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Fenomena (ketidak laziman) mahasiswi perokok telah memunculkan berbagai sikap dan tindakan pro ataupun kontra di kalangan masyarakat. Secara kumulatif, perokok di Aceh menghabiskan 15,3 batang rokok dalam sehari. Fakta ini menempatkan Aceh berada di urutan keenam dalam daftar provinsi dengan tingkat penggunaan rokok tertinggi di Indonesia (Riskesad 2013). Dibandingkan dengan perokok pria, perokok perempuan cenderung mengalami pencitraan negatif. Kondisi seperti ini (pro/kontra) tentunya akan memberikan dampak dalam proses pembentukan konsep diri para mahasiswi perokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk konsep diri mahasiswi perokok di kota Banda Aceh dan untuk mengetahui cara mahasiswi perokok memandang diri mereka sebagai mahasiswi perokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-interpretatif, dengan pendekatan studi fenomena (fenomenologi). Tujuan dari pendekatan fenomenologi adalah untuk mengkaji fenomena dan objek penelitian berdasarkan kesadaran terdalam para subjek. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan mengenai fenomena yang diteliti, wawancara dengan para subjek penelitian, penelitian literatur serta perambahan informasi melalui internet. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses triangulasi data, yaitu dengan membandingkan hasil penelitian di lapangan dengan hasil wawancara dan riset pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, seluruh subjek penelitian yang berjumlah 5 (lima) orang menyadari bahwa perilaku merokok yang dijalani bertentangan dengan nilai yang berkembang di masyarakat, namun subjek keberatan jika perilaku merokok digunakan sebagai alasan untuk menilai baik atau buruknya seseorang. Subjek penelitian memandang perilaku merokok sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan. Subjek penelitian cenderung melakukan aktivitas merokok hanya pada lingkungan tertentu dan di hadapan kelompok tertentu. Subjek penelitian mempertahankan identitas diri sebagai perokok dengan cara bersikap tidak acuh terhadap persepsi negatif yang berkembang di tengah masyarakat. Subjek penelitian menginginkan penerapan konsep diri yang positif dengan cara berhenti merokok. Dari lima subjek penelitian, hanya ada satu subjek penelitian yang benar-benar melakukan upaya nyata untuk menghentikan kebiasaan merokok.
Kata kunci: fenomenologi, konsep diri, mahasiswi, perokok.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK