PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT TINGHOA DI ACEH TENGGARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT TINGHOA DI ACEH TENGGARA


Pengarang

HIKMAH SANTIE - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210101010117

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Perubahan sosial memiliki makna yang sangat luas dan mencakup berbagai segi kehidupan manusia dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan politik. Oleh karena itu, perubahan sosial budaya yang terjadi dalam budaya di dalam suatu masyarakat menyangkut perubahan nilai, pola perilaku, organisasi sosial, pelapisal sosial, kekuasaan. Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui perubahan pola perilaku yang terjadi pada masyarakat Tionghoa dengan Etnis Alas, Karo, Aceh, Batak Muslim, Batak Non-Muslim di Aceh Tenggara, mengetahui perubahan perilaku pada masyarakat Tionghoa dengan Batak Muslim setelah menikah, mengetahui bentuk perubahan perilaku yang terjadi dalam pernikahan Etnis Tionghoa dengan Batak Non- Muslim di Aceh Tenggara, dapat mengetahui hunungan Etnis Tionghoa dengan masyarakat Aceh Tenggara, dapat memahami bagaimana masyarakat Tionghoa menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta mengetahui hubungan masyarakat Tionghoa dengan individu Tionghoa lainnya. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Individu cendrung menikah dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengan mereka dalam hal usia, ketertarikan fisik, kepribadian, kemampuan kognitif, pendidika dan latar belakang sosial.semakin beragam kontak sosial berarti semakin beragam potensi untuk mencari teman hidup, dan akan mengarahkan pada peningkatan perkawinan berbeda budaya. Meningkatnya interaksi antar budaya akan membuat individu akan tertarik satu dengan lainnya, jatuh cinta, menikah dan memiliki keluarga. Tantangan sosial terhadap pasangan yang berbeda budaya akan muncul. Meningkatnya frustasi, ketakutan dan kesenjangan. Perkawinan yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang berbeda Suku, Banga, Budaya, dan Kewarganegaraaan. Seperti yang terjadi pada masyarakat Aceh Tenggara tepatnya di kecamatan Badar. perkawinan menjadi bentuk hubungan anatar laki-laki dan perempuan yang meliputi hubungan seksual, untuk memiliki keturunan dan penetapan kewajiban yang di miliki oleh masing-masing pasangan juga idiologi agama tidak bisa dipisahkan dengan sosial-budaya yang dimiliki oleh sebuah masyarakat, idiologi ini akan menjadi nilai sosial dan ciri dari para masing-masing penganutnya. Nilai yang dimiliki masyarakat akan selalu beriringan dengan kebudayaan yang mereka miliki. Sosial-budaya yang terbentuk akan selalu mengikuti setiap perintah dan larangan agama yang mereka percayai.

Kata Kunci: Perubahan, Perilaku, masayarakat Tionghoa

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK