STUDY MATERIAL FE2O3 UNTUK KATALIS MATERIAL PENYIMPAN HIDROGEN BERBASIS MGH2 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STUDY MATERIAL FE2O3 UNTUK KATALIS MATERIAL PENYIMPAN HIDROGEN BERBASIS MGH2


Pengarang

Andia Fatmaliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200260008

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hidrogen adalah salah satu energi alternatif yang memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan karena dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan bantuan sel bahan bakar. Tetapi masih ada kendala pada tabung penyimpan hidrogen (on board storage). Salah satu upaya mutakhir dalam riset penyimpan hidrogen adalah dengan menyisipkan hidrogen dalam logam tertentu atau disebut solid state hydrogen storage. Magnesium (Mg) dianggap sebagai salah satu kandidat potensial material penyerap hidrogen. Selain sifat yang ringan, Mg juga mudah diperoleh dan harganya ekonomis, akan tetapi Mg memiliki kekurangan, yakni reaksi kinetiknya sangat lambat, untuk menyerap hidrogen dibutuhkan waktu minimal 60 menit. Dalam perkembangannya, penggunaan material berskala nano diikuti dengan penambahan elemen lain sebagai katalis melalui proses Mechanical alloying kini sedang aktif dilakukan. Dalam penelitian ini dipelajari material penyimpan hidrogen berbasis MgH2-Fe2O3. Material utama yakni MgH2 dengan menyisipkan katalis Fe2O3. Hematit (Fe2O3) telah berhasil diekstraksi dari bijih besi dengan metode presipitasi. Sampel MgH2-Fe2O3 dimilling menggunakan metode mechanical alloying menggunakn alat ball milling dengan variasi katalis dan waktu. Hasil pengamatan dengan XRD menunjukkan material MgH2-Fe2O3 berhasil direduksi hingga skala nanokristal. Fasa yang muncul, dari hasil observasi XRD adalah fasa MgH2 sebagai fasa utama. Hasil pengujian DSC menunjukkan bahwa penambahan Fe2O3 mampu menurunkan temperatur berkisar antara 40 - 50 ºC dari MgH2 murni.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK