PERFORMANS REPRODUKSI KERBAU LUMPUR (BUBALUS BUBALIS) BETINA DI KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERFORMANS REPRODUKSI KERBAU LUMPUR (BUBALUS BUBALIS) BETINA DI KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE.


Pengarang

Riki Samsuandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1005104010037

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans reproduksi kerbau betina lumpur (Bubalus bubalis) di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan pada 4 desa yaitu: Desa Malasin, Lamamek, Sigulai dan Sembilan. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Metode penelitian yang digunakan metode survei untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui teknik wawancara langsung dengan pemilik ternak kerbau berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan dalam bentuk kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait di Kabupaten Simeulue dan Kecamatan Simeulue Barat. Materi penelitian meliputi 40 orang peternak yang berdomisili di 4 (empat) desa di Kecamatan Simeulue Barat. Penentuan peternak responden adalah dengan menggunakan metode simple random sampling, dengan ketentuan minimal peternak memelihara 2 (dua) ekor kerbau. Hasil penelitian menunjukkan umur dewasa kelamin 2,5-3,0 tahun, umur beranak pertama 3,5-4,0 tahun, lama bunting 310-330 hari, jarak antara melahirkan sampai bunting kembali 4-6 bulan, selang beranak 14-16 bulan, Angka Kelahiran 36%, sedangkan Angka perkawinan per kebuntingan dan angka kebutingan agak sulit untuk diketahui dikarenakan sistem perkawinan ternaknya bebas alami dan sistem pemeliharaannya masih ekstensif. Disimpulkan bahwa performans reproduksi ternak kerbau betina lumpur di Kecamatan Simeulue Barat belum optimal, namun mempunyai reproduksi yang baik dan berpeluang untuk dikembangkan.

Kata kunci: Kerbau lumpur betina, reproduksi, Simeulue Barat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK