PENGARUH KEDALAMAN KEPRASAN TEBU DENGAN MENGGUNAKAN MESIN KEPRAS TRAKTOR RODA DUA TERHADAP KUALITAS KEPRASAN DAN PERTUMBUHAN TUNAS TEBU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH KEDALAMAN KEPRASAN TEBU DENGAN MENGGUNAKAN MESIN KEPRAS TRAKTOR RODA DUA TERHADAP KUALITAS KEPRASAN DAN PERTUMBUHAN TUNAS TEBU


Pengarang

Arzal Bili - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105106010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Pengeprasan tebu adalah perlakuan pemotongan sisa-sisa tunggul tebu yang tinggal diatas permukaan tanah hasil dari pemotongan tebu setelah panen yang dilakukan pada posisi rendah dibawah permukaan guludan dengan tujuan untuk menghematkan waktu biaya dan tenaga kerja. kedalaman keprasan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas baru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kedalaman kepras tebu dengan menggunakan mesin kepras traktor roda dua terhadap kualitas keprasan dan pertumbuhan tunas baru.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2016 sampai dengan Maret 2016. Perancangan alat kepras tebu dilakukan di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dan selanjutnya proses pengujian alat serta pengambilan data di lakukan di lahan penanaman tebu Gampung Ilie Kecamatan Ulee Kareng. Penelitian ini menggunakan kedalaman kepras 0-3 cm, 3-6 cm dan 6-9 cm. Teknik pengolahan data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial. Terdapat satu faktorial yang diteliti pengaruhnya terhadap kualitas hasil keprasan dan pertumbuhan tanaman tebu. Faktor tersebut pengaruh kedalaman keprasan dengan total kombinasi perlakuan 9 satuan percobaan dari tiap-tiap satu perlakuan 3 kali ulangan. Parameter keprasan yang diuji pada penelitian ini berupa kualitas potongan utuh, potongan pecah dan tunggul terbongkar, sedangkan pengamatan yang dilakukan meliputi jumlah pertumbuhan tunas, tinggi tanaman dan diameter batang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedalaman keprasan tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas potongan utuh, potongan pecah dan tunggul terbongkar, akan tetapi kedalaman keprasan berpengaruh nyata terhadap diameter batang tebu umur 21 dan 28 HSK ( Hari Setelah Kepras). Pada diameter batang umur 21 dan 28 HSK kedalaman keprasan 0-3 cm berbeda nyata dengan diameter batang pada kedalaman keprasan 3-6 cm dan 6-9 cm. Rata- rata diameter batang pada umur 21 dan 28 HSK yang paling besar terdapat pada kedalaman keprasan 6-9 cm dan yang paling rendah terdapat pada kedalaman 0-3 cm.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK