Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMBERITAAN PENCULIKAN ANGGOTA TNI PADA SURAT KABAR HARIAN SERAMBI INDONESIA & HARIAN RAKYAT ACEH (ANALISIS FRAMING MODEL ZHONGDANG PAN DAN GERALD KOSICKI)
Pengarang
Teuku Rudy Setiawan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1010102010165
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pemberitaan Penculikan Anggota TNI pada Surat Kabar Harian Serambi Indonesia dan Harian Rakyat Aceh ( Analisis Framing Model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki) ". Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pembingkaian yang dilakukan Harian Serambi Indonesia dan Harian Rakyat Aceh terkait Pemberitaan Penculikan Dua Anggota TNI. Berita tentang penculikan dua anggota TNI saat pertama kali ditayangkan memang sudah menjadi perhatian publik. Hal ini dikarenakan, pasca Mou Helsinki, inilah pertama kalinya terjadi penculikan terhadap anggota militer TNI. Tidak hanya menjadi isu lokal, berita ini pun menjadi isu nasional. Bagi masyarakat Aceh, berita ini sangat sensitif mengingat Aceh pernah dilanda konflik panjang yang melibatkan pihak TNI dan GAM. Hal ini dinilai tidak hanya menimbulkan ketakutan warga sekitar namun juga dapat merugikan daerah khususnya dalam hal bidang investasi. Teori yang digunakan adalah teori ideologi media yang berkaitan dengan apa yang ditonjolkan baik Harian Serambi Indonesia dan Harian Rakyat Aceh tentang Penculikan Dua Anggota TNI. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Alat pengumpulan data pada penelitian ini berupa studi dokumentasi berita terkait. Berdasarkan hasil pengolahan data artikel yang dikumpulkan di bulan Maret 2015, maka diperoleh Harian Serambi Indonesia menilai bahwa peristiwa penculikan TNI tidak dapat diterima oleh pihak manapun dan dalam pengusutannya keamanan warga sekitar pun harus diutamakan. Sedangkan media Harian Rakyat Aceh ingin memastikan bahwa dalam peristiwa berdarah ini, tidak ada sama sekali keterlibatan baik TNI maupun Eks GAM serta anggota Partai Aceh. Lebih lanjut, berdasarkan hasil framing yang digunakan dan dilihat pada kedua media, tidak seluruh elemen pada framing Pan dan Kosicki ada pada pemberitaan yang dilakukan.
Kata Kunci : Penculikan, Analisis Framing Zhongdang Pan dan Kosicki, Harian Serambi Indonesia, Harian Rakyat Aceh
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN POLEMIK VIDEOTRON YANG DIWACANAKAN OLEH DINAS PENDIDIKAN ACEH DALAM MEDIA HARIAN SERAMBI INDONESIA (Muhammad Yasir, 2018)
ANALISIS PRESS RELEASE HUMAS PEMERINTAH ACEH DALAM PEMBERITAAN HARIAN SERAMBI INDONESIA DAN HARIAN RAKYAT ACEH (Cut Meutia Dewi, 2015)
PROSES GATEKEEPING PEMBERITAAN LGBT PADA HARIAN SERAMBI INDONESIA (QURRATA AYUNI, 2019)
ANALISIS FRAMING BERITA PEMUKULAN IRWANDI YUSUF DI HARIAN SERAMBI INDONESIA DAN HARIAN RAKYAT ACEH (Putri Maulina, 2020)
PERAMALAN PENJUALAN SURAT KABAR HARIAN SERAMBI INDONESIA DI PT. ACEH MEDIA GRAFIKA MENGGUNAKAN SEASONAL ARIMA BOX-JENKINS (Raihan Andriani, 2022)