PENGGEROMBOLAN PADA DATA TIDAK LEMGKAP DENGAN MENGGUNAKAN PARTIAL DISTANCE STRATEGY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGGEROMBOLAN PADA DATA TIDAK LEMGKAP DENGAN MENGGUNAKAN PARTIAL DISTANCE STRATEGY


Pengarang

Iranda Afrina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1108101010044

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Matematika (S1) / PDDIKTI : 44201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Analisis gerombol umumnya hanya dapat digunakan pada data lengkap, agar algoritma-algoritma penggerombolan dapat bekerja dengan efektif. Namun pada penelitian ini akan dibahas algoritma untuk melakukan penggerombolan pada data tidak lengkap dengan menggunakan metode Partial Distance Strategy (PDS). Metode PDS ini merupakan suatu algoritma yang digunakan untuk menangani kasus data tidak lengkap. Data yang digunakan adalah data kesejahteraan rakyat di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh pada tahun 2006. Beberapa data pada tahun 2006 mengalami ketidaklengkapan yang disebabkan karena ada kabupaten/kota mengalami pemekaran. Metode PDS ini terdiri dari tiga langkah, yaitu menentukan pusat gerombol awal, mencari nilai jarak dari suatu objek ke masing-masing pusat gerombol, mengalokasikan objek ke dalam suatu gerombol berdasarkan jarak minimum. Penggerombolan data tidak lengkap digerombolkan dengan membentuk gerombol awal berdasarkan tingkat kesejahteraan dan arah mata angin. Hasil pengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan tingkat kesejahteraan yaitu gerombol dengan kesejahteraan tinggi ada 3 kabupaten/kota, gerombol dengan kabupaten/kota yang mengalami pemekaran ada 5 kabupaten/kota, gerombol dengan kabupaten/kota yang tidak mengalami pemekaran ada 11 kabupaten/kota, dan gerombol dengan kesejahteraan rendah ada 4 kabupaten/kota. Sedangkan hasil pengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan arah mata angin yaitu gerombol pada arah utara ada 3 kabupaten/kota, gerombol pada arah timur ada 6 kabupaten/kota, gerombol pada arah tengah ada 7 kabupaten/kota dan gerombol pada arah barat selatan ada 7 kabupaten/kota. Dari ke dua pusat gerombol diketahui bahwa pusat gerombol pada arah mata angin lebih efektif dibandingkan dengan pusat gerombol pada tingkat kesejahteraan karena menghasilkan iterasi paling minimum.
Kata kunci : Gerombol, Partial Distance Strategy (PDS), Data tidak lengkap.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK