Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EFEKTIVITAS EKSTRAK JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP LAJU KEMUNDURAN BEBERAPA VARIETAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL.)
Pengarang
Dewi Muetia Tasfa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1205101050027
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah tanaman pangan padi dan jagung. Konsumsi kedelai semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk sehingga keberadaannya menjadi salah satu faktor terpenting dalam industri pangan dan pakan. Salah satu faktor pembatas produksi kedelai di daerah tropis adalah cepatnya kemunduran benih selama penyimpanan sehingga mengurangi penyediaan benih berkualitas tinggi. Benih kedelai termasuk benih ortodok yang cepat mengalami kemunduran terutama jika kondisi lingkungan simpan kurang menguntungkan (sub optimum). Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian senyawa antioksidan pada benih dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih melalui metode priming, yaitu metode inkubasi benih dengan menggunakan larutan tertentu. Antioksidan adalah substansi yang berperan untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel. Ekstrak jambu biji merah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang berperan menetralisir kemunduran pada benih yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan varietas Dering merupakan varietas terbaik pada tolok ukur viabilitas dan vigor benih dan mampu mempertahankan viabilitasnya sebesar 70,27% yang berbeda nyata dengan varietas Detam 1 dan Mutiara 3. Ekstrak jambu biji merah terbaik dijumpai pada konsentrasi taraf 50% dan mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih sebesar 67,79% yang berbeda nyata dengan kontrol dan berbeda tidak nyata dengan konsentrasi 0%, 25% dan 75%. Terdapat interaksi antara varietas dan konsentrasi ekstrak jambu biji merah yaitu pada varietas Dering dengan konsentrasi ekstrak jambu biji merah 75% pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum.
Kata Kunci: Kedelai, jambu biji merah, antioksidan, kemunduran benih
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH BAHAN KEMASAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C PADA JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) YANG DISIMPAN DI LEMARI PENDINGIN (UTARI ATIA PERTIWI, 2014)
PENGARUH KONSUMSI DAGING BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) TERHADAP DERAJAT KEASAMAN (PH) DAN LAJU ALIRAN SALIVA (STUDI PADA MAHASISWA FKG USK ANGKATAN 2019) (FAUZIATUL BIHAMDILLAH, 2021)
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DALAM AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) (Nova Hazliana, 2014)
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) TERHADAP JUMLAH SEL SERTOLI DAN KONSENTRASI INHIBIN-B PADA TIKUS JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) (YUNI RAHMAHDANI, 2021)
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) TERHADAP STRUKTUR HATI TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) (Syifa Thifal Umaira, 2021)