PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIR MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI SMPN 10 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIR MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI SMPN 10 BANDA ACEH


Pengarang

Suci Putri Meilita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006103020095

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata kunci: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Sistem Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

Salah satu tujuan pembelajaran matematika dalam Kurikulum 2013 adalah siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Salah satu strategi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa adalah model pembelajaran problem based learning. Model pembelajaran problem based learning memberi pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran problem based learning lebih baik dari pada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen true experimental design. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik acak yang menjadi kelas eksperimen (VIIA) dan kelas kontrol (VIIB). Hasil pengujian data kuantitatif menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga dapat dianalisis dengan statistik uji-t satu pihak pada taraf signifikan ? = 0.05, berdasarkan hasil analisis data terhadap skor kemampuan berpikir kritis matematis diperoleh = 3,06 dan = 1.6 atau > yaitu 3,06 > 1.6, hal ini berarti H0 ditolak dan akibatnya H1 diterima. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapat penerapan dengan model pembelajaran problem based learning lebih baik dari siswa yang mendapat pembelajaran konvensional pada materi sistem pertidaksamaan linear satu variabel. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol dapat dilihat dari rata-rata masing-masing kelompok, kelas eksperimen menghasilkan nilai rata-rata 85, sedangkan kelas kontrol mencapai nilai rata-rata 73,3.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK