Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN PENGKONDISIAN BAHAN BAKU TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSC.)
Pengarang
HASMAYANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1205106010068
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
HASMAYANI, 1205106010068. KAJIAN PENGKONDISIAN BAHAN BAKU TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber Officinale Rosc).Di bawah Bimbingan Dr. Rita Khathir., STP., M.Sc. Sebagai Pembimbing Utama dan Dr. Mustafril., ST., M.Si. Sebagai Pembimbing Anggota.
RINGKASAN
Minyak atsiri jahe merah merupakan salah satu komoditas dari hasil budidaya jahe merah. Jenis minyak ini didapatkan dengan cara penyulingan jahe merah yang berumur sekitar 10 bulan hingga 1 tahun. Beberapa pembudidaya jahe merah juga melakukan penyulingan minyak atsiri karena harganya di pasaran juga cukup tinggi. Tingginya permintaan jahe di pasar dunia menyebabkan petani di Aceh mulai giat mengembangkan tanaman tersebut. Di beberapa kabupaten di Aceh, tanaman jahe merah mulai dikembangkan, seperti kabupaten Aceh Besar, kabupaten Pidie dan kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkondisian bahan baku terhadap rendemen dan mutu minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan jahe merah.
Penelitian ini menggunakan jahe merah sebagai bahan baku yang diperoleh dari salah satu petani di Desa Beurawe. Pengkondisian bahan baku jahe merah dilakukan dengan 2 taraf yaitu jahe merah segar dan jahe merah yang dikeringanginkan selama 1 hari (24 jam). Suling dengan menggunakan alat penyulingan air-uap. Analisis karakteristik minyak atsiri jahe merah penyulingan dilakukan rendemen, bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri dari penyulingan jahe merah segar diperoleh 0, 0705 ± 0,03 %, sedangkan rendemen pada penyulingan jahe merah dikeringanginkan 0,0435 ± 0,01% tidak terdapat perbedaan yang kentara antara kadar air jahe merah segar (86%) dan kadar air jahe merah dikeringanginkan (81%). Nilai indeks bias minyak atsiri jahe merah segar diperoleh sebesar 1,4885 ± 0,0021 sedangkan nilai indeks bias jahe merah dikeringanginkan diperoleh sebesar 1,4885 ±0,0007. Nilai bobot jenis minyak atsiri pada penyulingan jahe merah segar diperoleh sebesar 0,90423 dan bobot jenis minyak atsiri jahe merah yang dikeringanginkan sebesar 0,89679, dimana nilai ini belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kelarutan dalam alkohol minyak atsiri jahe merah segar dan jahe merah dikeringanginkan jernih pada perbandingan 1:5. Proses pengeprakan jahe merah diduga menyebabkan kehilangan minyak atsiri sehingga tidak direkomendasikan untuk dilakukan, terutama sebelum proses kering-angin.
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC.) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES AEGYPTI.L INSTAR III (Cut Lisa Afrianna, 2016)
PERUBAHAN LAJU ALIRAN SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2016 (Niken Yulia, 2017)
PENGARUH BERKUMUR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP VISKOSITAS SALIVA PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2015 (Cut Putri Armalia, 2019)
PENGARUH EKSTRAK JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE)RNTERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS (NENDA SRIWIDASARI, 2014)
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE) TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS SECARA IN VITRO (Ana Farhana, 2015)