ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS WATERMARKING CITRA WARNA MENGGUNAKAN METODE DISCRETE FOURIER TRANSFORM (DFT) DAN DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS WATERMARKING CITRA WARNA MENGGUNAKAN METODE DISCRETE FOURIER TRANSFORM (DFT) DAN DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT)


Pengarang

Nova Sri Wahyuni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1208107010014

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Informasi yang ditampilkan dalam citra digital lebih banyak dibandingkan dengan dengan data teks. Tetapi citra digital sangat rentan terhadap ancaman, salah satunya pencurian hak cipta. Teknik watermarking yang berkembang dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Watermarking merupakan proses penyisipan data rahasia sebagai tanda kepemilikan pada citra digital tanpa merusak citra asli. Dari beberapa metode watermarking, pada penelitian ini, peneliti membandingkan 2 metode penyisipan watermark yaitu Discrete Fourier Transform (DFT) dan Discrete Cosine Transform (DCT) dengan menggunakan software MATLAB. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan metode watermarking citra digital terbaik. Pada penerapan kedua metode ini penyisipan pesan pada middle band frequency untuk menghindari terjadinya kerusakan pada citra asli, namun masing-masing metode memiliki posisi middle band frequency yang berbeda. Citra hasil watermarking dari masing-masing metode kemudian diuji ketahanan dengan standard malicious dan forgery attack. Selanjutnya, dilakukan analisis Peak Signal Noise Rasio (PSNR) dan Normalized Cross correlation (NC). PSNR digunakan untuk melihat kualitas citra digital setelah proses penyisipan dan kualitas citra setelah pengujian standard malicious dan forgery attack. Sedangkan analisis NC untuk menghitung kualitas citra hasil ekstraksi dengan citra watermark asli setelah proses uji ketahanan. Citra hasil ekstraksi dianalisis dengan menggunakan Bit Error Rate (BER) untuk mengetahui jumlah galat citra. Hasil analisis berdasarkan kualitas dan ketahanan citra menunjukkan bahwa metode DCT lebih baik bila dibandingkan dengan metode DFT. Tingkat ketahanan dari DCT lebih baik dibandingkan dengan DFT. Nilai galat setelah proses ekstraksi metode DCT lebih sedikit dibandingkan dengan metode DFT.

Kata Kunci: Watermarking, Discrete Fourier Transform (DFT), Discrete Cosine Transform (DCT), Peak Signal Noise Rasio (PSNR), Normalized Cross correlation (NC), Bit Error Rate (BER)

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK