MODIFIKASI GIGI PEMARUT PADA MESIN PENYUWIR IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS ) SEBAGAI PEMBUATAN BAHAN BAKU ABON IKAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MODIFIKASI GIGI PEMARUT PADA MESIN PENYUWIR IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS ) SEBAGAI PEMBUATAN BAHAN BAKU ABON IKAN


Pengarang

Irwansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105106010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Abon merupakan makanan olahan berbahan baku ikan yang dibuat dengan cara perebusan, penyuwiran dan digoreng lalu ditambah bumbu dan rempah-rempah, gigi pemarut adalah alat yang penting dalam mesin penyuwir ini karena alat tersebut berfungsi sebagai proses pengecilan ukuran. Gigi pemarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah gigi pemarut kuku, paku dan bulat. Ikan yang digunakan sebanyak 1.500 gr dengan 3 kali pengulangan. Hasil pengujian penelitian ini, kapasitas rata-rata kerja mesin gigi pemarut kuku adalah 11,29 kg/jam sedangkan gigi pemarut paku sebesar 16,77 kg/jam, dan gigi pemarut bulat sebesar 17,21 kg/jam. Persentase rata-rata keseragaman hasil penyuwiran gigi pemarut kuku lebih dominan menghasilkan hasil suwiran sedang sebesar 65,67%, sedangkan gigi pemarut paku dan gigi pemarut bulat dominan suwiran kasar sebesar 54,80% dan 49,69%. Persentase rata-rata kehilangan hasil suwiran setelah proses penyuwiran menunjukan bahwa tingkat kehilangan hasil suwiran terbesar terjadi pada gigi pemarut bulat sebesar 3,60%, kehilangan hasil suwiran terkecil terjadi pada gigi pemarut kuku sebesar 2,47%. Persentase rata-rata kehilangan hasil suwiran setelah pengayakan kehilangan hasil suwiran terbesar terjadi pada gigi pemarut bulat sebesar 6,15%, sedangkan kehilangan hasil suwiran terkecil terjadi pada gigi pemarut paku sebesar 4,53%. Dari keseluruhan hasil penelitian menggunakan gigi pemarut paku /menghasilkan hasil suwiran dengan tekstur kasar tertinggi dan sedangkan untuk gigi pemarut bulat memiliki kapasitas kerja mesin tercepat tertinggi. Hasil wawancara dengan ibu “Fauziah” (pemilik usaha abon U.D. Tuna Lampulo Kota Banda Aceh) jika hasil suwiran ikan tongkol berukuran halus ketika akan dijadikan abon, tekstur abon akan menjadi seperti tepung.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK