<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="26269">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK AKUISISI DAN VISUALISASI DATA ANGIN BERBASIS CLOUD COMPUTING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ryan Irfandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Akuisisi data angin yang menggunakan SD Card sebagai media penyimpanan memiliki kekurangan dalam efesiensi perolehan data untuk dianalisis. Sedangkan akuisisi data angin yang berbasis komputer membutuhkan pemeliharaan yang rutin, jika sistem tersebut terhubung ke internet agar bisa diakses dimanapun maka akan semakin kompleks tugas operator untuk membangun dan maintenance  sistem. Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini menggunakan konsep Internet of  Things (IoT) untuk akuisisi data angin agar data dapat diakses dimanapun dengan memanfaatkan suatu layanan (service)  dan tanpa harus melakukan maintenance terhadap server. Adapun Jenis layanan yang digunakan adalah Platform as a Service (PaaS) dari Google, yaitu Google App Engine (GAE). &#13;
Data angin yang didapat dari Anemometer dan Wind Vine di proses di Mikroprosesor ATMEGA328  untuk mendapatkan data angin dalam RPM, m/s dan arah angin. Kemudian data tersebut dikirim dan disimpan ke Datastore Google secara periodik dalam interval 10 detik sekali. Data yang telah disimpan di Datastore divisualisasikan di Browser dalam bentuk grafik dan tabel data. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah rancangan dan prototipe alat ukur angin berbasis cloud computing yang memiliki akurasi kecepatan angin + 7,49 % dan juga sistem mampu secara periodik mengakuisisi data angin dalam interval 10 detik sekali.&#13;
Kata Kunci : Anemometer, Wind Vine, IoT, Google App Engine, Datastore&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>26269</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-10-05 12:14:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-05 15:39:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>