ANALISIS WACANA PEMBERITAAN ROSNIDA SARI DAN BELAJAR GENDER DI GEREJA PADA HARIAN SERAMBI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS WACANA PEMBERITAAN ROSNIDA SARI DAN BELAJAR GENDER DI GEREJA PADA HARIAN SERAMBI INDONESIA


Pengarang

FUJI LESTARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010035

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Pemberitaan Rosnida Sari dan Belajar
Gender di Gereja pada Harian Serambi Indonesia”. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana kosntruksi wacana pemberitaan Rosnida Sari dan belajar
gender di gereja pada harian Serambi Indonesia edisi 07-24 Januari 2015 dengan
menggunakan teori wacana Teun A. Van Dijk. Peneliti mengumpulkan data
dengan dokumentasi tiga teks berita, wawancara dengan tiga orang wartawan dan
satu orang editor, serta wawancara dengan tiga orang masyarakat. Pada dimensi
teks secara keseluruhan memiliki nada yang keras, Rosnida Sari digambarkan
sebagai orang yang kurang tanggungjawab dan harus diberikan sanksi dari UIN
Ar-Raniry dalam kurun waktu cepat maupun lambat. Pada dimensi kognisi sosial
menunjukkan bahwa keterkaitan masing-masing wartawan dengan UIN Ar-Raniry
secara tidak langsung mempengaruhi kesadaran mental wartawan dalam
mereproduksi wacana. Pada dimensi konteks sosial menunjukkan bahwa tidak
terdapat adanya praktik kekuasaan media dalam pemberitaan Rosnida Sari, namun
akses terhadap wacana terlihat dari pihak UIN Ar-Raniry dibandingkan pihak
Rosnida Sari. Hasil penelitian menunjukkan konteks sosial yang berkembang
sebelum pemberitaan merupakan dasar wacana yang direproduksi melalui kognisi
sosial wartawan dalam bentuk teks berita yang pada akhirnya memperkuat
konteks sosial sebelumnya. Wacana Rosnida Sari sebagai orang yang kurang
bertanggungjawab dan harus dikenakan sanksi akademik memperkuat wacana
sebelumnya yang menggambarkan Rosnida Sari sebagai praktisi aliran sesat.
Kata kunci: Hard news, Rosnida Sari, Serambi Indonesia, Van Dijk, Wacana

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK