Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
JURNALISME DAMAI SEBAGAI UPAYA MENJAGA PERDAMAIAN YANG BERKELANJUTAN (ANALISIS ISI BERITA KEKERASAN MENJELANG PEMILIHAN LEGISLATIF ACEH DI HARIAN SERAMBI INDONESIA EDISI MARET 2014)
Pengarang
Ryan Juliansyah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1110102010070
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Momentum pemilihan legislatif Aceh pada tahun 2014 diwarnai dengan berbagai
aksi kekerasan. Motif kekerasan yang dilakukan berbagai macam, mulai dari
penembakan, pemukulan, pengrusakan, dan intimidasi. Kondisi ini tentunya
mengharuskan media untuk membuat pemberitaan yang berorientasi perdamaian.
Hal ini harus dilakukan media mengingat Aceh sebagai daerah bekas konflik dan
sedang dalam tahapan reintegrasi guna mewujudkan perdamaian yang
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan
gambaran sejauh manakah Harian Serambi Indonesia menerapkan jurnalisme
damai dalam pemberitaan kekerasan menjelang pemilihan legislatif Aceh tahun
2014. Teori yang digunakan adalah teori jurnalisme damai Johan Galtung, yakni
pemberitaan yang mengharuskan media menjadi resolusi konflik. Jurnalisme
damai memiliki empat orientasi, yaitu perdamaian, kebenaran, masyarakat, dan
penyelesaian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode analisis isi dengan jumlah sampel berita sebanyak 39 berita yang terkait
kekerasan menjelang pemilihan legislatif Aceh edisi Maret 2014. Sampel diambil
berdasarkan teknik penarikan sampel purposive dengan penetapan kriteria
kekerasan berupa penembakan, pemukulan, pemboman, pengrusakan, dan
intimidasi. Data primer diperoleh dari hasil uji coding antar-coder dengan menguji
validitas indikator, menyajikan data berupa frekuensi statistik serta menjelaskan
data diikuti contoh yang menggunakan unit pencatatan sintaksis. Berdasarkan
hasil analisis data ditemukan perolehan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus
Holsti yang reliabel sebesar 0,769 atau 76,9%, dominasi kategori perdamaian
sebesar 50% atau sebanyak 277 frekuensi kemunculan. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa pemberitaan Harian Serambi Indonesia terkait kekerasan
menjelang pemilihan legislatif Aceh edisi Maret 2014 telah menerapkan empat
kategori jurnalisme damai Johan Galtung dan memenuhi seluruh indikator dalam
setiap kategorinya.
Kata Kunci: Jurnalisme damai, perdamaian yang berkelanjutan, Harian Serambi
Indonesia.
Tidak Tersedia Deskripsi
KONSTRUKSI REALITAS PEMBERITAAN KONFLIK PARTAI ACEH DAN PARTAI NASIONAL ACEH DI HARIAN SERAMBI INDONESIA PADA PEMILU LEGISLATIF 2014 (RAHMATINA, 2016)
ANALISIS KONJUNGSI KOORDINATIF DAN KONJUNGSI SUBORDINATIF DALAM JURNALISME WARGA SERAMBI INDONESIA (RONADHIYA, 2023)
JURNALISME DAMAI DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN UMMAT BERAGAMA (ANALISIS ISI BERITA PEMBAKARAN GEREJA DI ACEH SINGKIL DALAM HARIAN WASPADA) (Raihan Nusyur , 2016)
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN WALI NANGGROE DI HARIAN SERAMBI INDONESIA (Elda Wahyu, 2014)
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN POLEMIK VIDEOTRON YANG DIWACANAKAN OLEH DINAS PENDIDIKAN ACEH DALAM MEDIA HARIAN SERAMBI INDONESIA (Muhammad Yasir, 2018)