Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STATUS AIR TANAH PADA BEBERAPA JENIS TANAH DI KEBUN KOPI KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
khairun purgawa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1005101050094
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Khairun Purgawa 1005101050094. Status Air Tanah Pada Beberapa Jenis Tanah Di Kebun Kopi Kabupaten Aceh Tengah. Dibawah bimbingan Darusman sebagai Pembimbing Utama dan Syamaun A.Ali sebagai Pembimbing Anggota.
Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terletak di dataran tinggi Gayo. Alam Kabupaten Aceh Tengah dikategorikan sangat subur yang sangat potensial untuk pengembangan tanaman pertanian terutama tanaman kopi. Data mengenai kelembaban air tanah sangat dibutuhkan dalam meningkatkan potensi tanah untuk tanaman kopi. Tanaman kopi sudah diketahui cocok dikembangkan di Kabupaten Aceh Tengah. Namun, informasi mengenai status air tanah pada jenis tanah tertentu belum ada, meskipun ketersediaan air dapat diupayakan dengan adanya irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status air tanah di tiga jenis tanah pada kebun kopi di Kabupaten Aceh Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif, yang didasari pada hasil pengamatan lapangan dan hasil analisa sampel tanah. Sedangkan sampel tanah yang diambil pada lokasi penelitian dianalisa pada laboraturium. Adapun kriteria yang diamati dilaboraturium meliputi: tekstur, porositas, permeabilitas, kapasitas lapang, titik layu permanen, dan penetapan bahan organik tanah.
Hasil penelitian dari persentase air tanah Andisol budidaya kopi memiliki nilai ketersediaan air sebesar 9,70 cm3cm-3Andisol non budidaya memiliki nilai sebesar 16,31 cm3cm-3. Ultisol budidaya kopi memiliki nilai kadar air tersedia 9,50 cm3cm-3, sedangkan Ultisol non budidaya 19,85 cm3cm-3. Inceptisol budidaya memiliki nilai kadar air sebesar 7, 23 cm3cm-3 sedangkan Inceptisol non budidaya sebesar 14,97 cm3cm-3.
Hasil peneltian menunjukan bahwa diantara 3 jenis tanah yang diteliti nilai air tersedia tertinggi terdapat pada tanah Ultisol yang didominasi oleh hutan. Namun tanah Andisol memiliki nilai ketersediaan air yang lebih stabil, hal ini dapat dilihat dari nilai kadar air tersedia yang tidak jauh berbeda antara tanah terganggu dan tak terganggu. Sedangkan jenis tanah lainnya yaitu Ultisol dan Inceptisol hanya memiliki air tersedia yang tinggi pada tanah hutan saja. Jika dikaitkan dengan ketersediaan air pada tanaman kopi Andisol merupakan tanah yang paling cocok karena kandungan air tanahnya pada kedua lokasi yang berbeda.
Tidak Tersedia Deskripsi
EVALUASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KOPI ARABIKA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (YAMSIL MUHAMMAD, 2022)
TINGKAT KERAGAMAN INSEKTA PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA TIPE HABITAT DI KECAMATAN LEMBAH SABIL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (Sharah Umami, 2026)
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS KOMPOS KULIT KOPI PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA (Abiyyu Hadi Rizqullah, 2022)
KANDUNGAN HARA DAN PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA GAYO AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KULIT KOPI DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DI KABUPATEN ACEH TENGAH (AULIA GARTA TIMUR, 2023)
PEMBERIAN LIMBAH KOPI, EM-4 DAN MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TANAH DAN PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA GAYO-1 (COFFEA ARABICA L.) (DJODI HARCU SANTOSO, 2014)