<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="26058">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH POLITIK ETNIS TERHADAP KEMENANGAN CALEG PDI-P (STUDI ATAS PROSES PEMILU LEGISLATIF KOTA MEDAN TAHUN 2014)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RIZKI PERDHANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Sistem suara terbanyak pada pemilu legislatif 2014 memberi efek negatif terhadap terus berkembangnya sikap primordialisme di masyarakat. Sistem suara terbanyak mendorong para caleg untuk mempopulerkan diri. Sebab dengan sistem suara terbanyak lebih memberi peluang besar terhadap caleg yang sudah dikenal masyarakatlah yang akan lolos menjadi anggota parlemen. Tak terkecuali yang terjadi di kota Medan, dominasi etnis mayoritas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi politik yang ada. Sehingga politik hanya bisa dikonsumsi dan dinikmati oleh kalangan etnis mayoritas saja. Sebuah pilihan sikap yang jauh dari semangat demokratisasi yang sesungguhnya menjadi pondasi implementasi politik saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh politik etnis dapat melatarbelakangi kemenangan caleg PDI-P dan mengetahui mengapa politik etnis dapat memengaruhi perolehan suara caleg PDI-P. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa etnis dijadikan caleg PDI-P sebagai salah satu sarana untuk berkampanye, dan menarik simpati dari masyarakat, terutama yang berasal dari kalangan etnis batak dan tionghoa. Masih kuatnya sikap primordialisme masyarakat di kota medan inilah mengapa Caleg PDI-P masih memanfaatkan etnis sebagai strategi pemenangannya. Seharusnya memanfaatkan etnis sebagai sarana kampanye ataupun strategi pemenangan tidak lagi dipakai oleh caleg PDI-P dan masyarakat seharusnya sudah menghilangkan sikap primordialismenya dalam menentukan pilihan terhadap caleg PDI-P dan lebih mengutamakan visi-misi agar diperoleh caleg yang dapat mensejahterakan masyarakat kota Medan seluruhnya. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : politik etnis, caleg PDI-P, Kota Medan.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>26058</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-10-04 10:54:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-04 11:16:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>