Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EFEKTIVITAS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) PADA ULTISOL DAN HISTOSOL
Pengarang
REKI JUNIADI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0905101060012
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Ultisol dan Histosol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peranan fungi mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di tanah Ultisol dan Histosol.Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai bulan Juli 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 2 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan dan 24 satuan unit percobaan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis FMA yang terdiri dari 4 taraf 0, 5, 10 dan 15 g/tanaman. Faktor kedua jenis tanah yang terdiri dari tanah Histosol (T1) dan Ultisol (T2 yang terinfeksi FMA. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi FMA berpengaruh sangat nyata pada presentase akar yang terinfeksi pada umur 45 dan 90 HST serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HST, berat basah akar, panjang akar dan kepadatan spora umur 45 dan 90 HST. Dosis FMA terbaik dijumpai pada 10 g/tanaman. Jenis tanah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HST, berat basah akar, panjang akar 45 HST, kepadatan spora dan presentase infeksi akar 45 dan 90
HST. Jenis tanah terbaik dijumpai pada tanah Histosol.Terdapat interaksi yang sangat nyata antara dosis FMA dan jenis tanah terhadap infeksi akar umur 45 dan
90 HST. Kombinasi terbaik dijumpai pada dosis FMA 10 g/tanaman dengan jenis
tanah Histosol.
Kata kunci: kelapa sawit, fungi mikoriza arbuskula (FMA) Ultisol dan Histosol
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA INDIGENOUS DAN PUPUK ROCK PHOSPHATE TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI MAIN NURSERY PADA HISTOSOL (MUHAMMAD IQBAL, 2016)
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) PADA ULTISOL DAN HISTOSOL (M.alfi Chairi, 2017)
EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) RAKYAT DI ULTISOL ACEH TAMIANG (Zaitun Ritaqwin, 2015)
PENGARUH DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA INDIGENOUSDAN INTENSITAS PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI MAIN NURSERY PADA ULTISOL (SYAHRIZAL, 2016)
EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DARI RIZOSFER BERBAGAI UMUR KELAPA SAWIT DENGAN KULTUR TRAPPING PADA PTPN I PULO TIGA, KABUPATEN ACEH TAMIANG (Isnu Hidayawati, 2015)