Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI PULAU WEH-ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN ANALISIS NETWORK PROSES (ANP)
Pengarang
Herry Akbar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1309200060015
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
620.004 2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Posisi geografisnya yang berada pada garis khatulistiwa, menjadikan Indonesia sebagai negara tropis. Topografi pulau-pulau yang beragam, terdiri dari danau, pegunungan dan salah satu yang memiliki garis pantai terpanjang. Ini menyebabkan Indonesia memiliki berbagai objek wisata yang indah dan menjadi daya tarik dari wisatawan mancanegara. Pulau Weh (atau We) adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di Barat Pulau Sumatra. Pulau ini terletak di Laut Andaman dengan kota Sabang sebagai ibu kotanya dan merupakan kota yang berada paling Barat Indonesia. Infrastruktur merupakan suatu perangkat dasar guna mendukung aspek pariwisata tersebut, dimana bangunan dan institusi pelayanan yang keberadaannya sangat penting untuk pengelolaan yang tepat guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan masyarakat. Dengan menggunakan metode pengambilan keputusan yaitu, Location Quotient (LQ) guna menentukan daerah wisata yang berpotensi, dan kemudian di tentukan prioritas infrastruktur yang mendukung daerah tersebut dengan metode Analytic Network Process (ANP). Dimana metode ANP ini melibatkan pakar dibidangnya untuk mengisi kuisioner. Diharapkan dari hasil penelitian ini nantinya dapat membantu pemerintah kota Sabang dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur yang mendukung salah satu sektor andalan kota Sabang yaitu Pariwisata. Dari hasil penelitian didapatkan Teupin Layeu dan Gapang serta Pulau Rubiah memiliki prioritas tertinggi untuk dikembangkannya infrastruktur penginapan/akomodasi. Kemudian disusul dengan infrastruktur parkir di Teupin Layeu dan akses jalan menuju km 0. Hasil penelitian ini sebagian telah direkomendasikan dan di dalam tahap realisasi, seperti akses jalan ke km 0, tempat parkir di km 0 dan juga tempat parkir di Teupin Layeu.
Kata kunci: Infrastruktur, pariwisata, prioritas, Sabang, Weh, ANP, LQ
Tidak Tersedia Deskripsi
STRATEGI HUMAS DINAS PARIWISATA KOTA BANDA ACEH DALAM MEMBANGUN BANDA ACEH SEBAGAI KOTA PARIWISATA (MOHD ARIEF MAULANA, 2019)
ANALISIS PENENTUAN LOKASI : STUDI KASUS INDUSTRI RUMAH TANGGA (HOME INDUSTRY) DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH (Cut Triyuna Octiananda, 2016)
PROMOSI DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA DALAM MENJADIKAN KOTA TAPAKTUAN SEBAGAI KOTA PARIWISATA (Cut Surita Dessy, 2016)
SRATEGI PUBLIC RELATION DALAM PROMOSI WISATA ISLAMI (STUDI DESKRIPTIF DINAS PARIWISATA KOTA BANDA ACEH) (Bayu Ananda, 2018)
PENGARUH MEDIA SOSIAL, INFRASTRUKTUR DAN PROMOSI WISATA HALAL TERHADAP REVISIT INTENTION KE OBJEK WISATA KOTA BANDA ACEH PASCA PANDEMIK (MAULANA FURQAN, 2021)