<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25682">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YASMEEN AZKIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
YASMEEN AZKIYA,&#13;
2016&#13;
STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR&#13;
55/PDT.G/2012/MS-ACEH TENTANG&#13;
PEMBATALAN HIBAH KEPADA&#13;
ANAK ANGKAT. Fakultas Hukum&#13;
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh&#13;
(iv,47), pp., bibl.&#13;
(Kadriah, SH., M.Hum)&#13;
Dalam Pasal 210 Kompilasi Hukum Islam yang kemudian disingkat KHI&#13;
disebutkan bahwa hibah yang diperbolehkan adalah sebanyak-banyaknya 1/3 dari&#13;
keseluruhan harta si penghibah. Di Mahkamah Syariah, dalam putusan perkara hibah&#13;
No. 55/Pdt.G/2012/MS-Aceh terjadi hal yang berbeda dengan ketentuan tersebut,&#13;
dimana diputuskan ½ hibah diberikan kepada penggugat dan ½ bagian hibah lagi&#13;
untuk tergugat. Putusan ini menyimpang dari ketentuan Pasal 210 KHI.&#13;
Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah untuk menjelaskan alasan Majelis&#13;
Hakim Mahkamah Syariah Aceh dalam putusan No.55/Pdt.G/2012/MS-Aceh&#13;
memutuskan untuk memberikan ½ bagian harta hibah kepada pembanding dan&#13;
kesesuaian terhadap peraturan perundang-undangan.&#13;
Penelitian ini bersifat preskriptif (analisis data) yaitu penelitian yang&#13;
merumuskan tindakan pemecahan masalah yang sudah teridentifikasi. Metode&#13;
pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang mencakup buku-buku,&#13;
perundang-undangan, keputusan Mahkamah Syariah, jurnal-jurnal dan makalahmakalah.&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah Majelis Hakim Mahkamah Syariah Aceh&#13;
memutuskan membagi harta hibah tersebut menjadi dua bagian, yaitu ½ untuk&#13;
penggugat dan ½ bagian lagi menjadi milik tergugat. Setelah sebelumnya pada&#13;
putusan tingkat pertama, Majelis Hakim Mahkamah Syariah Banda Aceh&#13;
memutuskan membatalkan hibah dan hak hibah yang diterima oleh tergugat adalah&#13;
1/3. Putusan Majelis Hakim Mahkamah Syariah Aceh bertentangan ketentuan Pasal&#13;
210 KHI. Akan tetapi seperti yang disebutkan sebelumnya, hibah untuk anak angkat&#13;
dapat ditarik kembali, hal ini sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam KHI Pasal&#13;
209 anak angkat dan orangtua angkat dapat diberikan hak sebanyak-banyaknya&#13;
adalah 1/3 harta peninggalan.&#13;
Disarankan kepada Majelis Hakim dalam menganalisa dan memutuskan&#13;
perkara yang masuk supaya tidak mengabaikan segala aspek hukum secara&#13;
keseluruhan. Kepada masyarakat luas agar sebelum melakukan tindakan hukum&#13;
seperti dalam melakukan hibah, melakukan konsultasi dengan pihak yang mengerti&#13;
hukum. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi persengketaan di kemudian hari.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25682</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-29 12:06:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-29 14:20:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>