<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25681">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PEMBERIAN AMNESTI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA SELAIN MAKAR (STUDI PENELITIAN TERHADAP KASUS KELOMPOK DIN MINIMI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasbi Iswanto ID</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
HASBI ISWANTO. ID,  TINJAUAN YURIDIS MENGENAI &#13;
2016  PEMBERIAN AMNESTI TERHADAP &#13;
PELAKU TINDAK  PIDANA  SELAIN &#13;
MAKAR (STUDI PENELITIAN &#13;
TERHADAP KASUS  KELOMPOK  DIN &#13;
MINIMI)&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(v,57), pp, bibl.&#13;
(IDA KEUMALA JEMPA, S.H., M.H.)&#13;
Amnesti  merupakan  penghapusan hukuman sedangkan abolisi  diartikan &#13;
peniadaan tuntutan pidana.  Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 &#13;
menyebutkan bahwa presiden memberikan amnesti  dan abolisi dengan &#13;
memperhatikan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat.  Pemberian amnesti &#13;
di Indonesiadiatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 1954 berkaitan dengan &#13;
tindak pidana politik. Sedangkan untuk tindak pidana lainnya, pelaku tidak &#13;
dibenarkan mengajukan amnesti. Namun, pada kasus Din Minimi yang diduga &#13;
melakukan tindak pidana bukan politik, diajukan amnesti.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan  alasan yang dapat dibenarkan &#13;
secara yuridis  mengenai pemberian amnesti terhadap pelaku tindak pidana selain &#13;
makar, kemudian dampak yang akan ditimbulkan akibat diberikan amnesti &#13;
terhadap pelaku tindak pidana kriminal.&#13;
Untuk memperoleh data dalam skripsi ini, digunakan metode penelitian &#13;
kepustakaaan(Library Research). Penelitian  kepustakaan ini dilakukan untuk &#13;
memperoleh data  dengan mengumpulkan dan mempelajari  data sekunder berupa &#13;
peraturan perundang-undangan, buku-buku, majalah atau dari media yang terkait &#13;
menurut materi pembahasan dalam penelitian ini.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian  pemberian amnestiterhadap pelaku tindak &#13;
pidana selain makar  pengaturannya justru tidak terlalu lengkap.  Dasar hukumnya &#13;
Undang-Undang Dasar 1945  dan Undang-Undang Nomor 11  Tahun 1954 tentang &#13;
Amnesti dan Abolisi.Sedangkan terhadap kasus Din Minimi  diterapkan &#13;
Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2005  Tentang  Pemberian Amnesti Umum &#13;
dan Abolisi Setiap Orang Yang TerlibatGerakan Aceh Merdeka. Namunperaturan &#13;
tentang amnestimasih ada kelemahanyaitu  tidak mencantumkan  persyaratan yang &#13;
harus terpenuhi oleh  penerima  amnesti.  Pemberian amnesti akan berdampak &#13;
terhadap tatanan hukum Indonesia dan tidak menutup kemungkinan akan banyak &#13;
ahli hukum memprotes atas pemberian amnesti kepada kelompok Din Minimi.&#13;
Disarankan pemberian amnesti terhadap pelaku tindak pidana selain makar &#13;
harus  diatur secara tegas. Pengaturan  selama ini  bukanhanya    kekaburan landasan &#13;
hukum namun ukuran objektif untuk menentukan penerima amnesti tidak jelas.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25681</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-29 11:49:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-29 14:04:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>