ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI LAPISAN PASIR PADA LOKASI JEMBATAN KRUENG CUT (MENGGUNAKAN METODE KISHIDA, WHITMAN DAN VALERA & DONOVAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI LAPISAN PASIR PADA LOKASI JEMBATAN KRUENG CUT (MENGGUNAKAN METODE KISHIDA, WHITMAN DAN VALERA & DONOVAN)


Pengarang

Akmal Zulfi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Aceh merupakan daerah rawan bencana, terutama gempa bumi karena terletak di daerah sekitar Pantai Barat Sumatera yang merupakan daerah pertemuan dari plat tektonik yang dapat menimbulkan gempa. Gempa bumi yang terjadi dapat menyebabkan likuifaksi pada lapisan tanah tertentu. Likuifaksi adalah peristiwa berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada saat gempa terjadi. Pada umumnya likuifaksi terjadi pada lapisan pasir yang jenuh air dengan tingkat kerapatan yang rendah. Getaran-getaran gempa dapat menyebabkan potensi likuifaksi yang merupakan gejala keruntuhan struktural tanah akibat menerima beban siklik. Beban siklik ini meyebabkan tekanan air pori pada lapisan tanah pasir meningkat sehingga kuat geser tanah menjadi berkurang atau bahkan hilang sehingga berperilaku seperti fluida. Penelitian dilakukan pada Jembatan Krueng Cut. Jembatan tersebut terletak di daerah perbatasan antara Kota Banda Aceh dan Kajhu, Kecamatan Syiah Kuala pada koordinat 5?35’06,3” LU dan 95?21’14,8” BT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi terjadinya likuifaksi akibat guncangan yang ditimbulkan oleh gempa bumi pada formasi lapisan pasir yang berada di bawah Jembatan Krueng Cut. Penelitian dilakukan dengan menganalisis profil bor-log dan nilai N-SPT dengan analisis potensi likuifaksi menggunakan metode Kishida (1969), Whitman (1971), dan Valera & Donovan (1977). Magnitude gempa desain yang digunakan 5, 6, 7, 8, dan 9 SR. Dari ketiga metode yang digunakan, hasil yang didapat menunjukan adanya perbedaan dan persamaan. Hasil analisis potensi likuifaksi dengan menggunakan metode Kishida likuifaksi terjadi pada lapisan tanah 0,00-2,45 m dan 36,45-40,45 m. Dari ketiga metode percepatan yang digunakan untuk menghitung analisis potensi likuifaksi Metode Whitman, metode Newmark memberikan hasil kemungkinan tidak likuifaksi pada setiap lapisan tanah dan magnitude gempa. Menurut metode Valera dan Donovan pada semua lapisan pasir pada magnitude gempa desain mulai dari 6,0 SR likuifaksi terjadi. Namun pada magnitude gempa 5,0 SR seluruh lapisan pasir mengalami likuifaksi kecuali pada kedalaman 4,45 m. Hasil analisis tersebut, selanjutnya dapat digunakan untuk usaha perbaikan tanah dan perencanaan konstruksi dan pembuatan DED.

Kata kunci: pasir, potensi likuifaksi, gempa, beban siklis, tekanan air pori.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK