<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25599">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) HASIL PERSILANGAN ANTARA VARIETAS LOKAL DENGAN IR-BB 27 TERHADAP HAWAR DAUN BAKTERI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurdin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Padi merupakan komoditas utama sebagai pangan di Indonesia mengingat bahwa makanan pokok di Indonesia adalah beras, maka padi merupakan komoditi yang bernilai sangat tinggi baik dari segi sosial, politik maupun ekonomi. Penurunan hasil produksi padi disebabkan beberapa faktor salah satunya adalah penyakit hawar daun bakteri (HDB). Penyakit HDB yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan salah satu penyakit utama tanaman padi baik di Indonesia maupun negara-negara penghasil padi lainnya di Asia. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan genotipe dan 5 taraf diulang sebanyak 5 kali sehingga  diperoleh 25 satuan percobaan. Setiap satuan prcobaan terdiri 3 tanaman sehingga total tanaman yang diamati yaitu 75 tanaman. Genotipe padi yang digunakan pada penelitian ini adalah Sigupai, Sikuneng, IRBB-27, F1 (Sg/IRBB-27) dan F1 (Sk/IRBB-27). Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi Sg/IRBB-27 dan Sk/IRBB-27 tahan terhadap hawar daun bakteri. Panjang lesio terpendek dijumpai pada genotipe F1 (Sg/IRBB-27) yaitu 0,34 cm pada 14 HSI. Sedangkan persentase rata-rata IS terendah dijumpai pada F1 (Sg/IRBB-27) yaitu 0,49 %. Tinggi tanaman Sg/IRBB-27 dan Sk/IRBB-27 lebih tinggi jika dibandingkan dengan genotipe IRBB-27. Tinggi tanaman Sg/IRBB-27 dan Sk/IRBB-27 lebih tinggi jika dibandingkan dengan genotipe IRBB-27. F1 (Sk/IRBB-27) memiliki rata-rata tinggi tanaman mencapai 145,93 cm, sedangkan F1 (Sg/IRBB-27) rata-rata tinggi tanaman 142,40 cm ini menunjukkan bahwa hasil kedua persilangan belum memiliki tinggi tanaman padi yang ideal yaitu 90-100 cm.&#13;
&#13;
Kata kunci : Pertumbuhan, Ketahanan, Padi, Xanthomonas oryzae pv. oryzae.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-28 09:43:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-29 10:53:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>