<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25521">
 <titleInfo>
  <title>KEKUATAN TARIK AKAR BAMBU TERHADAP STABILITAS TANAH DI BAWAH LERENG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizki Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hujan lebat berkelanjutan pada lereng dari sebagian akar-akar pohon besar tidak menembus slip surface dapat menyebabkan terjadi tanah longsor dan mengakibatkan banjir bandang. Pohon yang terletak di bagian atas dan tengah dapat mengurangi stabilitas lereng. Berbagai faktor  seperti mekanika dan hidrologi dalam menentukan stabilitas lereng perlu dipertimbangkan. Fenomena dan mekanisme faktor pohon bambu, terutama mengenai kekuatan tarik akar yang disebabkan oleh interaksi akar-tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gaya cabut dan kekuatan tarik akibat interaksi akar-tanah terhadap kekuatan geser di bawah lereng. Pengujian di lapangan menggunakan metode gaya cabut akar dengan mengamati variabel diameter dan jumlah akar. Pengujian dilakukan dengan alat berkaki tiga (tripod) yang dilengkapi alat ukur (strain gauge) sebagai instrumen pencatat kekuatan akar. Lokasi penelitian dilakukan pada lereng normal dan banjir bandang. Hasil di laboratorium menunjukan bahwa pada lokasi lereng normal memiliki jenis tanah lanau anorganik dan lokasi banjir bandang adalah lempung anorganik. Sementara, hasil di lapangan menunjukan bahwa gaya cabut akar meningkat sangat signifikan terhadap pertambahan jumlah dan diameter akar. Sebaliknya, kekuatan tarik akar dalam setiap unit luas tanah menurun seiring bertambah jumlah akar. Berdasarkan grafik menunjukan bahwa jumlah akar lebih dari lima mulai tidak signifikan terhadap kekuatan tarik. Hal ini, menunjukan bahwa perakaran bambu yang padat dan penyebaran di bawah lereng, maka kekuatan tarik akar yang berinteraksi dengan tanah mulai stabil. Kekuatan tarik mempengaruhi nilai kohesi tambahan terhadap kekuatan geser. Kekuatan geser akan bertambah seiring bertambahnya nilai kohesi tambahan akibat interaksi dengan tanah.  &#13;
&#13;
Kata kunci : Kekuatan tarik akar, kohesi tambahan, kekuatan geser tanah&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25521</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-26 15:27:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-26 15:38:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>