Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MAKNA TARI GUEL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GAYO (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH)
Pengarang
Nikmah Kampalia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1010101010013
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kesenian Tari Guel merupakan salah satu bentuk karya seni yang dihasilkan dari budaya Gayo. Tari Guel ditarikan pada berbagai upacara atau penyambutan tamu salah satunya yaitu pada upacara pernikahan di Kecamatan Bebesen. Tari Guel lahir dari legenda gajah putih yang menjadi sejarah yang melatar belakangi munculnya tari Guel. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna sosial Tari Guel dalam kehidupan masyarakat Gayo melalui gerakan-gerakan yang terdapat di dalam Tari Guel untuk meningkatkan nilai adat masyarakat.Penelitian ini menggunakan Teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer untuk lebih menekankan pada pemaknaan, bahasa dan pikiran atau penapsiran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua cara yaitu data primer yang didapatkan dari observasi dan wawancara mendalam serta data sekunder yang didapatkan dari arsip data Kampung Bebesen dan Badan Pusat Statistik. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa setiap gerakan Tari Guel memiliki makna yang mencerminkan pola kehidupan masyarakat Gayo, dimana masyarakat Kecamatan Bebesen dikenal karena keramah tamahannya dalam kehidupan sehari-hari agar mereka selalu bersatu dan saling menjaga serta membina hubungan sosial antara sesama, baik itu sesama masyarakat setempat maupun terhadap masyarakat luar. Kesenian tari Guel memiliki unsur-unsur pembentuk keindahan yang terstruktur seperti gerakan-gerakan Tari Guel dan properti pendukung Tari Guel. Rangkaian unsur ini menjadi daya dukung nilai adat yang dimiliki karena telah menjadi representasi dari kehidupan masyarakat. Tari Guel ini menjadi sarana dalam berkesenian, juga menjadi perekat hubungan sosial yang terjalin dalam masyarakat. Kesimpulan Teradisi berkesenian di Gayo khusunya di Kecamatan Bebesen lebih dari sekedar hiburan. Seni telah menjadi bagian hidup yang mewarnai banyak aspek kehidupan masyarakat, Makna tari Guel bagi masyarakat adalah sebuah pemeberian yang di anggap penting terkait dengan yang mereka butuhkan untuk menunjang kehidupan masyarakat itu sendiri, baik yang berkaitan dengan hubungan sosial, ekonomi dan budaya.
Kata Kunci : Makna, Tari Guel, Masyarakat Gayo
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBEDAAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Arizki Arifkan, 2019)
SULAMAN TIKAR AMPANG DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Sabariah Musnaini, 2025)
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI KESUME GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH (RIVA LIHADI, 2023)
MAKNA EKOFILOSOFI PADA MOTIF KAIN KERAWANG GAYO (STUDI TENTANG SIMBOLISME LINGKUNGAN DALAMRNBUDAYA MASYARAKAT) (Alowy Tuah Bahgie, 2026)