<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25430">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERILAKU DAN KEKUATAN PANEL PRACETAK FERROFOAM CONCRETE DENGAN BENTUK KONFIGURASI ? YANG DIBEBANI LENTUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zaeri Tahrizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahan beton pada konstruksi pracetak masih menggunakan beton konvesional&#13;
yang menghasilkan berat konstruksi yang besar, sehingga dalam mobilisasi,&#13;
demobilisasi dan pemasangan memerlukan alat berat. Pada elemen tertentu,&#13;
penggunaan beton ringan akan mengurangi ketergantungan pada alat berat. Pada&#13;
penelitian ini dikembangkan beton ringan dengan metode pracetak yaitu panel&#13;
pracetak ferrofoam concrete bentuk ?. Pengujian dilakukan untuk mengetahui&#13;
perilaku dan kekuatan panel ? yang dibebani lentur. Benda uji yang dibuat&#13;
mempunyai panjang bentang 2200 mm, lebar 600 mm dan 500 mm, tinggi 120&#13;
mm dan 80 mm, tebal 30 mm, dengan variasi pada lebar dan tinggi. Tiap panel&#13;
mengunakan lima tulangan Ø8 mm yang bertegangan luluh 339,68 Mpa dan satu&#13;
lapis wiremesh Ø1 mm yang bertegangan luluh 530,312 Mpa, dengan jarak antar&#13;
as wiremesh 25,4 mm. Proporsi campuran panel dengan FAS 0,4 menghasilkan&#13;
berat volume sebesar 1630,22 kg/m3 dan mutu 21 MPa. Panel pracetak yang diuji&#13;
diletakkan di atas dua tumpuan sendi dan rol dengan jarak antar tumpuan 2000&#13;
mm dan dilakukan pembebanan aksial pada dua titik yang dikontrol dengan&#13;
pembacaan dial pada hydraulic jack. LVDT diletakkan di tengah bentang dan&#13;
pada jarak 450 mm dari tumpuan, sedangkan strain gages terletak pada tulangan&#13;
tarik tengah bentang panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel ? 600-120&#13;
memikul beban ultimit sebesar 1,24 ton dan mengalami lendutan 67,34 mm, panel&#13;
? 600-80 memikul beban ultimit sebesar 0,72 ton dan mengalami lendutan 70,30&#13;
mm, dan panel ? 500-80 memikul beban ultimit sebesar 0,52 ton dan mengalami&#13;
lendutan 50,75 mm. Pola retak yang terjadi ketika panel gagal adalah pola retak&#13;
lentur. Berdasarkan hasil pengujian kuat lentur terhadap panel pracetak&#13;
menunjukkan bahwa semakin besar lebar panel maka beban ultimit dan lendutan&#13;
semakin besar, dan semakin besar tinggi badan panel maka beban ultimit dan&#13;
lendutan juga besar.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Panel pracetak ferrofoam concrete, perilaku dan kekuatan panel ?,&#13;
lentur.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25430</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-21 21:39:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-22 09:58:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>