<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25361">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Feandi Putera</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesediaan melakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT) pada kelompok resiko Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Konsep sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan dalam Theory of Planned Behavior (TPB) dianggap berkaitan erat dengan kesediaan seseorang untuk melakukan VCT. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan kesediaan melakukan VCT pada kelompok resiko HIV/AIDS di Kota Lhokseumawe dengan menggunakan TPB. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional study pada 97 responden yang dipilih secara accidental sampling  pada populasi lima kelompok resiko HIV/AIDS terdiri dari Lelaki suka lelaki, Wanita pekerja seks, Waria, Bikers, dan Warga binaan pemasyarakatan yang dilakukan dari tanggal 18 Januari sampai dengan 13 Pebruari 2016 di Kota Lhokseumawe dengan menggunakan kuesioner. Karakteristik responden sebahagian besar termasuk dalam kelompok umur 17-25 tahun (52,6%), pria (77,3%), agama Islam (97,9%), belum menikah (64,9%), tingkat pendidikan terakhir (SMU/SMK (64,9%), wiraswasta (77,3%), suku Aceh (78,4%), dan Kelompok lelaki suka lelaki (28,9%). Hasil uji regresi logistik berganda didapatkan bahwa faktor determinan  kesediaan melakukan VCT  adalah norma subjektif (Exp (?)=0.054; p-value=0.001) dan TPB mampu menjelaskan 21.6% faktor determinan kesediaan melakukan VCT (Nagelkerke R Square=0.216). Disimpulkan bahwa TPB mampu mengidentifikasi faktor determinan kesediaan melakukan VCT dengan norma subjektif sebagai faktor determinan utamanya. Konselor dan Penjangkau Lapangan hendaknya melakukan pendekatan dengan orang–orang terdekat kelompok sasaran intervensi kesehatan dalam rangka meningkatkan keberhasilan program terkait pemanfaatan layanan VCT terutama pada kelompok sasaran yang tidak bersedia melakukan VCT.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kelompok resiko HIV/AIDS, Kesediaan melakukan VCT, TPB</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25361</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-16 16:29:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-19 11:21:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>