<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25318">
 <titleInfo>
  <title>PENGAWASAN IZIN PENYELENGGARAAN PENGOBATAN TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Asmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
NURUL ASMAH PENGAWASAN IZIN PENYELENGGARAAN&#13;
PENGOBATAN TRADISIONAL DI KOTA&#13;
BANDA ACEH&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(iv, 58)., pp., tabl., bibl.,app.&#13;
(DR. YANIS RINALDI, S.H., M.HUM.)&#13;
Pasal 4 ayat (1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor&#13;
1076/Menkes/SK/VII/2003 menegaskan bahwa semua pengobatan tradisional wajib&#13;
mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk memperoleh surat&#13;
terdaftar pengobat tradisional (STPT ). Dari 43 pengobatan tradisional di Kota Banda&#13;
Aceh, 27 diantaranya tidak memperpanjang izin, dan 4 pengobatan tradisional tidak&#13;
lagi diketahui status izinnya. Namun, dalam kenyataannya Permasalahan tersebut&#13;
terjadi karena lemahnya pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Banda&#13;
Aceh.&#13;
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan&#13;
pelaksanaan pengawasan terhadap penyelenggaraan pengobatan tradisional yang ada&#13;
di Kota Banda Aceh, hambatan dalam melakukan pengawasan, serta upaya yang&#13;
ditempuh oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengatasi hambatan&#13;
penyelengaraan pengobatan tradisional tersebut.&#13;
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan melalui&#13;
Penelitian Kepustakaan (Library research) dan Penelitian Lapangan (Field&#13;
Research). Penelitian kepustakaan dilakukan dengan teknik studi dokumentasi.&#13;
Sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai para&#13;
responden dan informan yang telah dipilih dan diperkirakan dapat mewakili&#13;
keseluruhan dari populasi penelitian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pengawasan yang dilakukan oleh Dinas&#13;
Kesehatan Kota Banda Aceh belum berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.&#13;
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi hambatan, antara lain; berasal&#13;
dari faktor internal pengawas yaitu karena terbatasnya dana dan kurangnya sumber&#13;
daya manusia dalam menjalankan pengawasan, kurangnya pengetahuan pengawas&#13;
mengenai ketentuan yang diatur di dalam peraturan perundang-undangan, dan&#13;
kurangnya kesadaran dari pengawas untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.&#13;
Faktor penghambat lainnya berasal dari faktor eksternal, yaitu terbatasnya waktu&#13;
dalam melakukan pengawasan, kurangnya pengetahuan dari pengobat tradisional dan&#13;
masyarakat mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. Upaya yang dilakukan&#13;
untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain, mengusulkan penambahan dana&#13;
kepada DPRK Kota Banda Aceh, mengusulkan penambahan jumlah pegawai yang&#13;
memiliki kemampuan dalam bidang pengawasan pengobatan tradisional,&#13;
mengadakan pelatihan pengawasan pada pegawai dalam lingkup Dinas Kesehatan&#13;
Kota Banda Aceh, mengadakan sosialisasi untuk pengobat tradisional dan&#13;
masyarakat umum, serta melaksanakan evaluasi kinerja bagi setiap tenaga kerja&#13;
dalam ruang lingkup Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh khususnya bagian yang&#13;
melakukan pengawasan pengobatan tradisional.&#13;
Disarankan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh dapat segera&#13;
memberikan tambahan dana, Pemerintah segera menambah jumlah tenaga kerja, dan&#13;
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengubah sistem pengawasan yang dilakukan,&#13;
serta memberikan sanksi yang tegas dan sesuai ketentuan, bagi yang melakukan&#13;
pelanggaran.&#13;
2016</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25318</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-08 14:48:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-08 14:53:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>