<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25274">
 <titleInfo>
  <title>PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH PELAKU USAHA APOTEK DIKAITKAN DENGAN PERLINDUNGAN HAK KONSUMEN BIDANG KESEHATAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FIKHRI MIHARDY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
MUHAMMAD FIKHRI MIHARDY, PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH&#13;
PELAKU USAHA APOTEK DIKAITKAN&#13;
DENGAN PERLINDUNGAN HAK&#13;
KONSUMEN BIDANG KESEHATAN DI&#13;
KOTA BANDA ACEH&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 79), pp.,bibl.,app.&#13;
2016&#13;
(Dr. SRI WALNY RAHAYU, S.H., M.HUM)&#13;
Pasal 5 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan&#13;
menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan&#13;
kesehatan yang aman dan bermutu. Pasal 4 dan Pasal 8 ayat (3) Undang-undang&#13;
Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyatakan bahwa konsumen&#13;
harus mendapatkan pemenuhan atas hak-haknya dan pelaku usaha dilarang&#13;
memperdagangkan sediaan farmasi tanpa memberikan informasi secara lengkap&#13;
kepada konsumen. Pelayanan kefarmasian atas obat-obatan harus sesuai dengan Bab&#13;
III Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar&#13;
Pelayanan Kefarmasian di Apotek, namun kenyataannya pihak apotek belum&#13;
menerapkan standar pelayanan kefarmasian dengan baik.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk pelayanan farmasi oleh&#13;
pelaku usaha apotek di Kota Banda Aceh, hambatan yang ditemukan dalam pelayanan&#13;
kepada konsumen oleh pelaku usaha apotek, dan upaya-upaya yang telah dilakukan&#13;
oleh pemerintah Kota Banda Aceh dalam penegakan perlindungan hak-hak konsumen&#13;
di bidang kesehatan.&#13;
Penelitian ini bersifat yuridis normatif. Data penelitian ini diperoleh melalui&#13;
penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan melalui&#13;
wawancara dengan para responden dan informan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak apotek di Kota Banda Aceh kurang&#13;
menjelaskan mengenai informasi dalam pelayanan kefarmasian sesuai dengan&#13;
ketentuan yang berlaku, apoteker sering tidak ada di apotek sehingga pelayanan resep&#13;
obat yang seharusnya di laksanakan oleh apoteker tidak berjalan sebagaimana&#13;
mestinya, pelayanan resep obat digantikan oleh asisten apoteker tanpa adanya&#13;
informasi-informasi yang sangat di butuhkan oleh konsumen. Hambatan sehingga&#13;
tidak terlaksananya pelayanan kefarmasian diakibatkan oleh apoteker tidak berada di&#13;
apotek, konsumen kurang mengerti akan kewajibannya, lembaga YAPKA kurang&#13;
berperan dalam mencerdaskan konsumen di Kota Banda Aceh, dan koordinasi antara&#13;
Pelaku Usaha dan Konsumen terkait dengan pelayanan kefarmasian. Upaya yang di&#13;
lakukan oleh pemerintah Kota Banda Aceh adalah dengan melakukan pengawasan dan&#13;
sosialisasi kepada apotek agar tidak terjadi pelanggaran dan memberikan peringatan&#13;
keras kepada apotek yang melakukan pelanggaran.&#13;
Disarankan kepada pelaku usaha menjalankan usahanya dengan beriktikad baik,&#13;
disarankan kepada konsumen untuk melapor kepada lembaga perlindungan konsumen&#13;
terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pihak apotek, dan diharapkan bagi&#13;
pemerintah agar secara rutin mengawasi apotek di Kota Banda Aceh dan memberi&#13;
peringatan tegas serta pencabutan izin kepada apotek yang melakukan pelanggaran.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25274</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-07 11:00:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-07 11:16:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>