RESOLUSI KONFLIK KALANGAN MAHASISWA “KOS-KOSAN” DI KOPELMA DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

RESOLUSI KONFLIK KALANGAN MAHASISWA “KOS-KOSAN” DI KOPELMA DARUSSALAM


Pengarang

Mawarni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910101010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Konflik merupakan tanda bahwa pihak-pihak yang berbeda idiologi, etika, nilai dan norma itu akan mempermudah terjadinya konflik. Di sini ada tarik-menarik kepentingan atau kebutuhan, dan masing-masing pihak mengklaim dirinya lah yang berada disisi yang benar, sehingga terjadinya ketegangan. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik di rumah kos. Kedua, Untuk mengetahui resolusi konflik di kalangan mahasiswa kos-kosan. Penelitian ini dilakukan di kos-kosan di Kopelma Darussalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori konflik antar pribadi yang dikembangkan oleh Jonathan Turner. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik sesama mahasiswa yang menyewa kos di Kopelma Darussalam adalah Pertama faktor perbedaan Suku, Budaya dan Bahasa sehingga terjadi kesalah pahaman diantara mereka. Kedua, faktor ekonomi seperti kurang pengiriman uang dari orang tua sehingga terlambat membayar listrik, terlambat membayar pinjaman kawan, memakai perlengkapan kawan tanpa izin, terlambat membayar tagihan air sehingga hal tersebut menjadi penyebab konflik antar mahasiswa. Kemudian. Ketiga, faktor psikologi seperti seperti mudah marah, mudah tersinggung, cerewet, pemalas, rajin, penyabar, rapi dan berantakan, sikap seperti ini dapat menimbulkan konflik dengan teman kos. Keempat, faktor perbedaan pendapat. Kelima, faktor berebut kamar mandi. Keenam, faktor pelanggaran peraturan kos. Resolusi konflik kalangan mahasiswa kos-kosan kopelma Darussalam adalah bersama-sama menegur yang berkonflik dan mengedepankan keterbuakaan, mengalah dan saling memaafkan, saling mengingatkan antar mahasiswa dalam satu kos, mengadakan musyawarah, ikut campur pemilik kos seperti mengontrol mahasiswa yang tinggal di dalam kosnya, dan yang terakhir diselesaikan oleh perangkat desa, jika masalah tidak kunjung selesai dan mahasiswa terus membuat kekacauan maka masyarakat akan mengusir mahasiswa tersebut.


Kata Kunci : Resolusi, Konflik, Mahasiswa

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK