<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25135">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN INFUSA DAUN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIINDUKSI DENGAN ALOKSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kiky Moelviani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh infusa daun seledri (Apium graveolens L.) terhadap kadar kolesterol darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi aloksan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 ekor tikus putih jantan strain Wistar umur 3-4 bulan dengan berat badan 150-200 gram. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola searah dengan 5 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan 1 (P1) yaitu tikus yang diberikan pakan standar. Perlakuan 2 (P2) yaitu tikus yang diinduksi aloksan. Perlakuan 3 (P3) yaitu tikus yang diinduksi aloksan dan terapi infusa seledri 5% sebanyak 2 ml. Perlakuan 4 (P4) yaitu tikus yang diinduksi aloksan dan terapi infusa seledri 10% sebanyak 2 ml. Perlakuan 5 (P5) yaitu tikus yang diinduksi aloksan dan terapi infusa seledri 15% sebanyak 2 ml. Infusa daun seledri diberikan setiap pagi dan sore hari. Pemberian aloksan dengan dosis tunggal 150 mg/kg BB secara intraperitoneal dan diberikan terapi infusa daun seledri selama 14 hari. Kadar kolesterol darah tikus diperiksa dengan menggunakan metode (Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine Phenol) CHOD-PAP. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA rancangan acak lengkap. Rata-rata kadar kolesterol pada perlakuan P1, P2, P3, P4 dan P5 berurutan adalah 52,8±9,09; 50,4±18,53; 42,6±4,51; 40,2±7,19 dan 52,8±2,39. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa daun seledri tidak menunjukkan adanya pengaruh (P&gt;0,05) terhadap kadar kolesterol darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan aloksan. Pemberian infusa daun seledri (Apium graveolens L.) selama 14 hari dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan aloksan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>25135</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-31 15:16:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-31 15:19:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>