PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR (VULNUS COMBUSTION) DERAJAT IIB MENGGUNAKAN CAMPURAN DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS F.) SEGAR DAN KERING DENGAN VASELIN PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR (VULNUS COMBUSTION) DERAJAT IIB MENGGUNAKAN CAMPURAN DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS F.) SEGAR DAN KERING DENGAN VASELIN PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)


Pengarang

mirna safrani fauzi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1202101010156

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses penyembuhan luka bakar derajat II B menggunakan campuran daun kedondong segar dan kering dengan vaselin pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hewan yang digunakan adalah 18 ekor tikus putih. Penelitian ini dirancang menggunakan tiga kelompok perlakuan yaitu (KI) vaselin, (KII) campuran gerusan daun kedondong segar dan (KIII) campuran gerusan daun kedondong kering dan masing-masing dua kali ulangan. Luka bakar dibuat pada punggung tikus dan Perawatan dilakukan dua kali sehari selama 21 hari. Pengamatan parameter penelitian adalah gambaran makroskopis dan mikroskopis diamati pada hari ke-7, 14, dan 21 pada jaringan kulit dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin. Hasil pengamatan penelitian makroskopis menunjukkan bahwa Terbentuknya warna kemerahan, adanya udema, dan lepasnya keropeng tercepat berturut-turut adalah KI, KIII, dan KII, sedangkan terbentuknya keropeng tercepat berturut-turut adalah KIII, KI, dan KII. Hasil pengamatan histopatologi menunjukkan pada hari ke-7, KI, KII dan KIII ditemukan infiltrasi sel radang, hemoragi dan udema dengan penyebaran banyak. pada hari ke-14 KI dan KII infiltrasi sel radang dan adanya udema masih banyak, sedangkan KIII infiltrasi sel radang menurun, dan hiperemi meningkat, pada hari ke-21 KI, KII dan KII infiltrasi sel radang, hiperemi, dan hemoragi menyebar dengan sedikit, tetapi KI dan KII oedemanya masih menyebar dengan sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa KIII mempercepat proses penyembuhan luka bakar pada tikus putih.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK