Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
DESKRIPSI TABU DALAM MASYARAKAT TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN
Pengarang
Rizki Yuliasari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1106102010074
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci :Tabu, Tapaktuan
Penelitian yang berjudul “Deskripsi Tabu dalam Masyarakat Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan” mengangkat masalah apa sajakah kata dalam ujaran yang dianggap tabu dalam masyarakat Tapaktuan, apa saja perbuatan tabu dalam masyarakat Tapaktuan, dan bagaimana pandangan masyarakat Tapaktuan terhadap tabu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kata dalam ujaran yang dianggap tabu dalam masyarakat Tapaktuan, untuk mengetahui perbuatan tabu dalam masyarakat Tapaktuan, dan untuk mengetahui pandangan masyarakat Tapaktuan terhadap tabu tersebut. Data penelitian ini berupa data lisan yang diperoleh dari informan yaitu kata dan perbuatan tabu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Data yang diperoleh diidentifikasi, diklasifikasikan, dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian ini adalah kata yang dianggap tabu dalam ujaran terdiri dari beberapa macam, yaitu ta’un, pantengong, cacar, buduak, musim imau, imau, mancik, dan sipasan. Bentuk-bentuk perbuatan tabu dalam masyarakat Tapaktuan adalah perempuan yang sedang berhalangan mendatangi kuburan Tuan Tapa, Meremehkan pada saat mengunjungi tapak Tuan Tapa, bersenda gurau pada saat mengunjungi tapak Tuan Tapa, membuang kulit pinang pada malam hari, membuang ampas kelapa pada malam hari, membeli jarum pada malam hari, membeli garam pada malam hari, membeli kapur sirih pada malam hari, menyapu pada malam hari, menyapu ketika hendak pergi bekerja, mengayun anak pada saat senja, mengambil obat tradisional seperti daun-daun pada malam hari, duduk membelakangi orang tua, berselonjor di depan orang tua, manyompong, pergi ke laut ketika hujan panas, mengunjungi bayi yang baru lahir, makan di tutup sebuah wadah, membuang sampah pada saat senja, suami melingkarkan handuk di lehernya, ketika istri sedang hamil, suami membunuh dan menganiaya binatang ketika istri sedang hamil, pergi ke laut pada hari jumat, melaksanakan pernikahan atau ijab qabul pada hari rabu, berpergian jauh pada hari rabu. Pandangan masyarakat Tapaktuan terhadap tabu tersebut sesuatu yang sakral, baik itu dalam perkataan maupun perbuatan. Namun, anggota masyarakat yang tinggal dikota menganggap tabu ini sesuatu yang biasa-biasa saja, karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang moderen.
Tidak Tersedia Deskripsi
BAHASA TABU DALAM MASYARAKAT GAYO DI KABUPATEN BENER MERIAH (Silfita Yani, 2019)
TABOO WORDS IN THE JAMEE LANGUAGE SPOKEN IN AIR SIALANG RNHILIR, SOUTH ACEH (MISSANUR REFASESA, 2023)
DESKRIPSI BAHASA TABU DALAM MASYARAKAT TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA (Riza Mutia, 2018)
PENDAPATAN PENGUSAHA MANISAN BUAH PALA DI KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN. (Asrul Hadi, 2016)
BAHASA TABU DALAM MASYARAKAT PIDIE (Junaidi, 2017)