Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS INTENSITAS PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM GEMPA DI ACEH BARAT (1 JANUARI 1900 - 31 DESEMBER 2015)
Pengarang
Anggia Mulia Andini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1204107010017
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Analisis intensitas percepatan tanah di Aceh Barat dan sekitarnya telah dilakukan menggunakan model empiris Gutternberg-Ritcher. Penelitian ini difokuskan di wilayah Aceh Barat dan sekitarnya yang terletak pada koordinat 04°61’ - 04°47’ LU 95°00’ - 86°30’ BT. Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu daerah yang sering di landa bencana salah satunya gempabumi, karena itu analisis intensitas dan percepatan tanah sangat diperlukan mengingat Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu daerah yang terkena dampak gempabumi 2004 yang terparah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan besarnya nilai intensitas dan percepatan tanah maksimum di Aceh. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk Peta Rawan Bencana Gempabumi untuk Aceh Barat. Penentuan intensitas percepatan gempabumi yang digunakan berasal dari katalog gempa IRIS Eartquake Browser. Katalog gempa yang digunakan mulai dari tahun 1900 sampai tahun 2015. Dimana telah terjadi sebanyak 109 kejadian gempabumi dengan magnitudo (M) ?5 SR dan kedalaman (h) ? 100 km di wilayah Aceh Barat dan sekitarnya menggunakan model empiris Gutternberg-Ritcher. Berdasarkan hasil perhitungan percepatan tanah menggunakan model empiris Gutenberg-Richter, daerah yang mempunyai intensitas percepatan tanah paling tinggi terletak di koordinat 3,41 LU dan 95,9 BT dengan kekuatan magnitudo sebesar 9,1 SR, percepatan tanah 798,93 gal (0,81 g) dan kedalaman 26,1 km terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Daerah ini berada jauh dari Aceh Barat namun dampak dari kejadian itu sangat besar. Kejadian gempabumi ini tidak terjadi pada daerah yang sering terjadi gempabumi yaitu pada daerah yang berada pada lintang 3,51 – 4 dan bujur 96,1 – 96,5. Ini menunjukkan bahwa nilai intensitas percepatan tanah tidak berdasar dari jumlah kejadian gempa yang terjadi di daerah tersebut.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENENTUAN PEAK GROUND ACCELERATION (PGA) EMPIRIS WILAYAH ACEH TENGAH MENGGUNAKAN METODE DONOVAN (Leadysa Pratiwi, 2019)
PENGARUH JARAK EPISENTER DALAM ANALISIS PERCEPATAN GEMPA PERMUKAAN UNTUK PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN TEKNIK SIPIL (STUDI KASUS UNTUK MAGNITUDE DI ATAS 5 SKALA RICHTER DAN RADIUS 500 KM) (Arida Yunita, 2024)
ANALISIS RESPON SPEKTRA TERHADAP PERCEPATAN GERAKAN TANAH AKIBAT GEMPA ACEH TAHUN 2010 – 2013 (David Sarana, 2015)
KAJIAN PROBABILITAS BAHAYA GEMPA BUMI BERDASARKAN SEISMISITAS DAN KECEPATAN GELOMBANG GESER LOKAL DI LHOKSEUMAWE (Vrieslend Haris Banyunegoro, 2021)
ANALISISPOTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIRDI BAWAH JEMBATANPRESTRESS REUSEP TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA (Mursal Amda, 2019)