<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24977">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KUAH ASAM KEUENG TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN EMAIL GIGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syarifah Maghfirah </namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Nama  :  Syarifah Maghfirah Program Studi  :  Kedokteran Gigi Judul  :  Pengaruh  Kuah  Asam  Keueng  Terhadap  Kekasaran  Permukaan &#13;
Email Gigi  Kuah  asam  keueng  merupakan  salah  satu  makanan  khas  Aceh  yang  memilki  rasa asam.  Rasa  asam  pada  kuah  asam  keueng  salah  satunya  dihasilkan  dari  asam  sunti yang  merupakan  pengeringan  dari  belimbing  wuluh.  Kuah  asam  keueng  memiliki derajat  keasaman  yang  tinggi  yaitu  2,9  yang  merupakan  pH  kritis  bagi  email sehingga  diduga  dapat  menyebabkan  terjadinya  kerusakan  pada  email  gigi.  Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  kuah  asam  keueng  terhadap kekasaran  permukaan  email  gigi  serta  pengaruh  paparannya  berdasarkan  durasi perendaman 15, 30, 60 dan 120 menit. Spesimen yang digunakan pada penelitian ini sebanyak  24  gigi  insisivus  bovine  yang  kemudian  dibagi  menjadi  6  kelompok berdasarkan  durasi  perendaman  yaitu  15,  30,  60  dan  120  menit.  Seluruh  kelompok perendaman  disimpan  dalam  inkubator  dengan  suhu  37oC.  Pengukuran  kekasaran permukaan  email  sebelum  dan  sesudah  perendaman  pada  masing-masing  spesimen dilakukan  menggunakan  alat  Surface  roughness  tester.  Data  hasil  paired  t  test menunjukkan  terdapat  perbedaan  yang  bermakna  (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-27 10:36:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-29 09:50:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>