<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24949">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Annisa Nur Arista </namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton aspal bergradasi terbuka memiliki  kadar rongga yang besar. Hal ini disebabkan  agregat dengan ukuran yang hampir sama dan mengandung agregat halus dengan jumlah yang sedikit sehingga tidak dapat mengisi rongga antar agregat. Beton aspal bergradasi terbuka memiliki kadar rongga yang tinggi, tetapi memiliki nilai stabilitas yang rendah. Sehingga dilakukan penambahan wetfix-BE guna meningkatkan stabilitas pada aspal beton bergradasi terbuka. Penentuan kadar aspal optimum beton aspal bergradasi terbuka dilakukan dengan metode Marshall dan metode Australia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan wetfix-BE pada aspal penetrasi 60/70 terhadap kinerja beton aspal bergradasi terbuka dengan menggunakan metode Marshall dan metode Australia. Agregat yang digunakan berupa agregat alam Lhoknga. Bahan aditif ditambahkan sebanyak 0,3% dari setiap variasi kadar aspal.  Kadar aspal yang digunakan yaitu 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Nilai kadar aspal optimum berdasarkan metode Marshall dievaluasi melalui nilai pada pengujian Marshall. Sedangkan nilai kadar aspal optimum berdasarkan metode Australia diperoleh melalui diperoleh melalui evaluasi nilai pengujian cantabro loss dan asphalt flow down. Untuk setiap pengujian tersebut dibuat dari 15 benda uji, sehingga jumlah keseluruhan benda uji yaitu 45 buah. Dari evaluasi pengujian nilai Marshall tidak dapat dihitung. Hal ini disebabkan oleh tidak semua variabel parameter Marshall memenuhi spesifikasi beton aspal lalu lintas sedang. Dari hasil pengujian metode Australia didapat nilai cantabro loss sebesar 5,85%, nilai VIM sebesar 4,95% dan nilai  asphalt flow down  sebesar 0,241% sehingga didapat nilai KAO berdasarkan metode Australia diperoleh sebesar 5,63%.  Pada nilai KAO tersebut diperoleh  pula nilai stabilitas 276,82 Kg, density 2,03 gr/cm3, flow 51,31 mm, MQ 167,68 kN/mm, dan VIM 17,82 %, serta nilai cantabro loss sebesar 19,07 %, asphalt flow down  sebesar 0,25 %. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Aditif, Wetfix-BE, Beton Aspal, Bergradasi Terbuka.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24949</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-26 09:29:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-26 09:33:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>