<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24926">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECEPATAN PENGHASILAN GERAM TERHADAP KEAUSAN TEPI MATA POTONG HSS (HIGH SPEED STEELS) END MILL PADA PROSES MILLING TERHADAP BAJA KARBON SEDANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Irham</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gesekan yang dialami tepi mata potong terhadap permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong pada saat proses pemesinan berlangsung mengakibatkan keausan tepi mata potong terjadi. Keausan mata potong ini sangat dipengaruhi oleh berbagai macam variabel proses, yakni jenis proses pemesinan, material benda kerja dan mata potong, kondisi pemesinan/pemotongan dan cairan pendingin (coolant) yang dipergunakan. Mata potong tidak dapat digunakan secara terus menerus, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kecepatan penghasilan geram terhadap keausan tepi mata potong HSS End Miil dengan tiga kecepatan potong yang berbeda pada proses milling. Hasil penelitian ini dapat di ketahui dengan kecepatan potong 20 m/min maka didapat nilai keausan tepi mata potong yang terendah 0,072 mm dalam satu kali pengujian 1,75 m dengan kecepatan penghasilan geram 0,28 cm3/min, total panjang pemesinan 15,75 m yang di capai. Sedangkan nilai terbesar terdapat pada kecepatan potong 40 m/min, nilai keausan tepi mata potong yang terjadi 0,083 mm dalam satu kali pengujian 1,75 m dengan  kecepatan penghasilan geramnya 0,57 cm3/min , total panjang permesinan yang dicapai 12,25 m. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar kecepatan potong berpengaruh terhadap umur pemakaian mata potong dan berpengaruh antara kecepatan penghasilan geram terhadap keausan tepi mata potong pada proses milling.&#13;
Kata kunci : kecepatan penghasilan geram, keausan, HSS end mill, baja karbon sedang.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24926</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-25 12:41:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-25 14:19:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>