Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INVESTIGASI ZONA DEMAGNETISASI BERDASARKAN ANALISIS DATA GEOMAGNETIK DAERAH PANASBUMI BUR NI TELONG, BENER MERIAH
Pengarang
Muhammad Fadhil - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1204107010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Energi panasbumi berasal dari adanya proses magmatik Gunungapi yang menyebabkan temperatur batuan mengalami perubahan sifat magnet batuan. Apabila nilai suseptibilitas rendah maka respon anomali medan magnet total tinggi. Untuk mendapatkan hasil respon anomali medan magnetik total dan struktur geologi bawah permukaan di kawasan panasbumi Bur Ni Telong, telah dilakukan penelitian menggunakan metode geomagnetik. Titik pengukuran data magnetik berjumlah 66 titik dengan jarak spasi antar titik yaitu antara 500 - 400 meter dan luas area pengukuran 4 x 3 km. Pengolahan data yang diperoleh dari hasil pengambilan data diolah dengan melakukan koreksi diurnal dan IGRF untuk mendapatkan nilai anomali medan magnetik total yang menjadi acuan penelitian ini. Untuk mempermudah tahapan interpretasi data anomali magnetik maka dilakukan penapisan kontinuasi ke atas dengan menggunakan software Magpick, dari hasil penapisan ke atas tersebut didapatkan anomali medan magnetik regional dan rasidual. Hasil anomali magnetik residual digunakan untuk tahap pemodelan 2D dengan menggunakan software Mag2dc. Hasil interpretasi secara kualitatif menunjukkan pola respon anomali medan magnetik dalam dan dangkal. Dan interpretasi kuantitatif menghasilkan bentuk struktur geologi bawah permukaan dengan jenis lapisan dan rapat massa batuan yang berbeda. Jenis batuan yang terdapat di bawah permukaan didominasi oleh batuan vulkanik seperti tufa, andesit dan lava. Pada lapisan paling atas terdiri dari tufa riolit (k = 0.0634), sedangkan pada lapisan kedua didapatkan batuan tufa andesit (k = 1.7595) dan pada lapisan paling dasar didapatkan batu lava andesit (k = 1.1000). Dari hasil interpretasi berdasarkan jenis batuan disekitarnya menunjukkan bahwa pada bagian timur daerah penelitian terdapat zona demagnetisasi.
Kata Kunci : Metode magnetik, Anomali Medan Magnetik Total, Zona
Demagnetisasi
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO BENCANA PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA GUNUNG API BURNI TELONG (Rizki Wan Okta B, 2018)
KERAPATAN EDELWEIS (ANAPHALIS JAVANICA) DI GUNUNG BURNI TELONG BENER MERIAH (Milda Gemasih, 2016)
INVESTIGASI ZONA DEMAGNETISASI BERDASARKAN ANALISIS DATA GEOMAGNETIK DAERAH PANASBUMI BUR NI TELONG, BENER MERIAH (Muhammad Fadhil, 2016)
SURVEY BAWAH PERMUKAAN DAERAH PROSPEK PANASBUMI BUR NI TELONG BERDASARKAN DATA PENGUKURAN GRAVITY (T. M. Faisal, 2016)
INVENTARISASI JENIS-JENIS LIANA DAN ASOSIASI DI KAWASAN HUTAN GUNUNG BURNI TELONG KABUPATEN BENER MERIAH (Edi Hardiansyah, 2022)