<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24874">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ZONA ALTERASI LAPANGAN PANAS BUMI GUNUNG BUR NI TELONG, BENER MERIAH, ACEH BERDASARKAN DATA PENGUKURAN GRAVITASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhazir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan survey metode gravitasi di lapangan panas bumi Gunung Bur Ni Telong pada 80 titik pengukuran di suatu cakupan wilayah seluas 12 km2. Pengukuran percepatan gravitasi dilakukan dengan menggunakan Scintrex CG5. Anomali Bouguer Lengkap didapatkan dengan melakukan koreksi drift, pasang surut, lintang, free air, bouguer, dan terrain terhadap data gravitasi yang terukur di lapangan. Kontinuasi ke atas diterapkan pada anomali bouguer lengkap untuk mendapatkan anomali regional yang selanjutnya anomali bouguer lengkap dikurangkan dengan anomali regional untuk mendapatkan anomali residual yang dapat memperjelas keberadaan anomali lokal. Interpretasi model 2D bawah permukaan menunjukkan  keberadaan  tiga patahan di lokasi penelitian  yang diduga sebagai celah fluida hidrotermal mengalir ke permukaan sebagai  manifestasi geothermal dan membentuk zona alterasi disekitar jalur alirannya. Zona pertama berupa alterasi tipe argilik, ditandai dengan kehadiran mineral kuarsa (?=2.55 gr/cc) dan zona kedua berupa alterasi tipe propilitik, ditandai dengan kehadiran batuan berupa sekis (?=2.43gr/cc).</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24874</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-24 10:14:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-24 15:11:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>