<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24861">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI ARUS MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK DUA DIMENSI BERDASARKAN ELEVASI DAN ANGIN TEORITIS DI SELAT MALAKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Iqbal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hubungan elevasi muka laut dan angin terhadap arus laut di Selat Malaka di&#13;
simulasikan ke dalam model numerik dua dimensi berdasarkan grid&#13;
menit dan timestep 100 detik. Total simulasi dilakukan selama 5 hari dengan 3&#13;
skenario yang berbeda berdasarkan pada batimetri riil dan konstan (30 m). Pada&#13;
skenario I model diberikan perlakuan nilai boundary berbeda tanpa pengaruh angin.&#13;
Pada skenario II model diberikan perlakuan nilai boundary konstan dengan pengaruh&#13;
angin. Pada skenario III model diberikan perlakuan nilai boundary berbeda dan&#13;
pengaruh angin. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh boundary atau nilai elevasi&#13;
dan angin terhadap arus laut di Selat Malaka. Berdasarkan skenario yang dijalankan&#13;
arus di Selat Malaka dominan bergerak menuju ke arah barat laut (NW). Kecepatan&#13;
arus rata-rata paling rendah terjadi pada Skenario I dengan kondisi batimetri riil.&#13;
Diketahui bahwa arus pada batimetri riil lebih rendah dibandingkan pada batimetri&#13;
konstan (30 m). Kecepatan arus rata-rata paling tinggi terjadi pada Skenario III&#13;
dimana nilai boundary berbeda (di utara 0,4 m dan di selatan 0,6 m) dengan angin&#13;
timur laut dan angin barat daya. Pada Skenario III disimpulkan bahwa kecepatan ratarata&#13;
arus laut di bagian selatan Selat Malaka pada kondisi angin timur laut lebih tinggi&#13;
(0,2 m/s) dibandingkan pada kondisi angin barat daya (0,1 m/s), dan sebaliknya arus&#13;
laut di bagian utara Selat Malaka pada kondisi angin timur laut lebih rendah (0,08&#13;
m/s) dibandingkan pada kondisi angin barat daya (0,09 m/s).&#13;
Kata kunci: Selat Malaka, Model numerik, Angin, boundary (elevasi muka laut).</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24861</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-23 15:51:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-27 15:24:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>