KAJIAN UPAH TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG BERDASARKAN PENGALAMAN KEPALA TUKANG PADA PEMBANGUNAN RUKO DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJIAN UPAH TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG BERDASARKAN PENGALAMAN KEPALA TUKANG PADA PEMBANGUNAN RUKO DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Rahmat Nur - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010128

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Upah kerja yaitu suatu imbalan jasa yang harus diberikan kepada pekerja sebagai balas jasa terhadap hasil kerja mereka. Rumah toko atau lebih dikenal dengan nama ruko menjadi salah satu bangunan yang banyak digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat berbisnis hampir disetiap kecamatan di kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan terhadap proyek yang sudah di laksanakan, kebanyakan owner membayar upah pekerjaan secara borongan berdasarkan waktu yang ditentukan kepada kepala tukang pada pembangunan ruko. Hal yang menjadi permasalahan pada penelitian ini adalah berapa upah dan komposisi tenaga kerja per satuan pekerjaan pada pekerjaan beton bertulang pada pembangunan ruko di Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya upah dan komposisi tenaga kerja berdasarkan pengalaman kepala tukang yang sudah berpengalaman dibidang konstruksi selama ± 10 tahun. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa gambar bestek, RAB dan
daftar upah tenaga kerja kota Banda Aceh. Sedangkan data primer yaitu berupa
data hasil penyebaran kuisioner kepada responden dengan kuesioner yang bersifat
terbuka yaitu mengenai upah tenaga kerja dan waktu yang direncanakan. Metode
pengolahan data menggunakan persamaan rata-rata untuk menghitung upah
tenaga kerja dan waktu pelaksanaan serta perbandingannya dengan AHSP-SNI
2013. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pada pembangunan ruko
dengan luas 160 m
2
yang terdiri dari 3 lantai membutuhkan komposisi tenaga
kerja yang terdiri dari 1 orang kepala tukang, 6 orang tukang dan 5 orang pekerja.
Sedangkan hasil selisih terbesar perhitungan upah tenaga kerja dalam membangun
ruko dengan luas 160 m
2
yaitu pada pekerjaan pengecoran plat lantai II dan III,berdasarkan pengalaman kepala tukang adalah sebesar Rp.6.000.000,00 per luas lantai dan berdasarkan perhitungan AHSP-SNI 2013 yaitu sebesar Rp.4.310.000,00. Selisih kedua perhitungan tersebut adalah sebesar Rp.1.690.000,00 atau sebesar 28,2% lebih rendah upah tenaga kerja yang ditawarkan oleh kepala tukang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK