KAJIAN KONDISI INFRASTRUKTUR DRAINASE PASCA 10 TAHUN TSUNAMI STUDI KASUS DI GAMPONG LAMPULO DAN GAMPONG KAJHU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJIAN KONDISI INFRASTRUKTUR DRAINASE PASCA 10 TAHUN TSUNAMI STUDI KASUS DI GAMPONG LAMPULO DAN GAMPONG KAJHU


Pengarang

Heri Syahputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0904101010132

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pembangunan infrastruktur yang telah porak-poranda menjadi salah satu prioritas kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan drainase pasca tsunami dilakukan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah serta dibantu oleh lembaga-lembaga donor luar negeri dan juga dalam negeri. Saat ini, terlihat sejumlah infrastruktur yang digunakan merupakan hasil pembangunan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Gampong Lampulo dan Gampong Kajhu merupakan dua dari beberapa wilayah yang terkena bencana tsunami di Aceh pada tanggal 24 Desember 2004. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji kondisi infrastruktur drainase dalam bentuk variabel kualitas fisik drainase dan peran serta masyarakat dalam proses pemeliharaan infrastruktur drainase. Ruang lingkup penelitian ini adalah infrastruktur drainase di kawasan Gampong Lampulo dan Gampong Kajhu pasca 10 tahun tsunami. Langkah awal pada penelitian ini adalah dengan melakukan survei dan observasi ke lapangan untuk melihat langsung kondisi drainase, kemudian membagikan kuesioner kepada masyarakat sekitar lingkungan drainase. Hasil yang diperoleh berupa kondisi infrastruktur drainase pada Gampong Lampulo dari variabel kualitas fisik drainase yang mendapat nilai mean terkecil sebesar 1,95 kondisi kurang baik pada ketepatan arah aliran dari hulu ke hilir dan di Gampong Kajhu mendapatkan nilai mean paling kecil yaitu 1,91 dengan kondisi drainase yang masih kurang baik karena banyak drainase yang pecah-pecah atau retak. Kemudian kondisi infrastruktur drainase di Gampong Lampulo variabel peran serta masyarakat diperoleh nilai mean terendah 1,07 dengan kualifikasi kurang terlibat terdapat pada keadaan peran serta masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi drainase yaitu berupa penyediaan sumur resapan, kolam tandon, dan kolam retensi dan sama juga di Gampong Kajhu variabel peran serta masyarakat diperoleh nilai mean terendah 1,01 dengan kualifikasi kurang terlibat.

Kata kunci : infrastruktur, bencana tsunami, kondisi, drainase.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK