A DISCOURSE ANALYSIS OF MELENGKANAT A SERIES OF GAYONESE WEDDING CEREMONY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

A DISCOURSE ANALYSIS OF MELENGKANAT A SERIES OF GAYONESE WEDDING CEREMONY


Pengarang

Irama Jaya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200080036

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pendidikan bahasa inggris., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

401.41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRACT

Irama Jaya, 2016. A Discourse Analysis of Melengkan at Gayonese Wedding Ceremony. A thesis, Graduate Program in English Language Education of Syiah Kuala University.

Advisors: (1) Dr. Bustami Usman, M.Pd (2) Dr. Bukhari Daud, M.Ed. Key Words: Discourse Analysis, Melengkan.

This study was conducted to investigate the use of poetic language used in Melengkan at Gayonese wedding ceremony. The data were collected by means of observations and video recording of the Gayonese wedding ceremony, as well as interviews with the Melengkan speakers. The method of research was qualitative descriptive. This research described and analyzed the context of Melengkan use, the form of Melengkan, and the cultural values conveyed through Melengkan used at Gayonese wedding ceremony. The findings show there are six types of Melengkan – i.e. Melengkan Turun Caram, Melengkan Beguru, Melengkan Munyerah Rempele, Melengkan Munerime Rempele, Melengkan Munyerah Munenes and Melengkan Munerime Munenes. The values of Melengkan are for remembering of the local knowledge, the warning of custom philosophy, the warning of religion, for advice, the recall of history, and the beauty of speech. The forms of Melengkan in Gayonese language are poetry, lyrical, and proverb. Those contexts of Melengkan, values, and forms reflect cultural values, namely, politeness, respect, speaking softly, friendliness and resoluteness. These findings imply the importance of conserving the Gayonese culture in every aspect of life.

ABSTRAK

Irama Jaya, 2016. Sebuah Discourse Analysis Melengkan dalam Upacara Pernikahan Gayo. Tesis, Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala.

Pembimbing: (1) Dr. Bustami Usman, M.Pd (2) Dr. Bukhari Daud, M.Ed.Kata Kunci: Discourse Analysis, Melengkan.Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui penggunaan bahasa puitis Melengkandalam upacara pernikahan di daerah Gayo. Data diambil dari hasil wawancara dengan beberapa narasumber juga rekaman video yang diambil dalam upacara pernikahan di daerah Gayo, beserta beberapa buku untuk melengkapi hasil penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Memberikan gambaran tentang penggunaan Melengkan dalam upacara pernikahan di daerah Gayo. Analisis penelitian ini terdiri dari data collection, data reduction, data display dan yang terakhir data verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis Melengkan yang di gunakan dalam upacara pernikahan di daerah Gayo. Jenis-jenis tersebut adalah Melengkan Turun Caram, Melengkan Beguru, Melengkan Munyerah Rempele, Melengkan Munerime Rempele, Melengkan Munyerah Munenes and Melengkan Munerime Munenes. Nilai-nilai yang terkandung di dalam melengkan terdiri dari: nilai pemahaman lokal, mengingat filosofi adat istiadat, nilai agama, nasehat, sejarah, dan keindahan bahasa. Bentuk- bentuk melengkan yaitu puisi, sajak, dan pribahasa. Kontex, nilai, dan jenis Melengkan tersebut melambangkan budaya Gayo yang sopan, saling menghormati, berbicara lemah lembut, ramah tamah dan penuh keteguhan hati. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya untuk melestarikan budaya Gayo dalam semua segi kehidupan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK