PENURUNAN SALINITAS PADA AIR PAYAU DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN SELULOSA TRIASETAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENURUNAN SALINITAS PADA AIR PAYAU DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN SELULOSA TRIASETAT


Pengarang

FITRI YANI RITONGA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304003010019

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Indonesia adalah Negara dengan wilayah pantai terpanjang didunia, sehingga salah satu sumber daya air yang melimpah di Indonesia adalah air baku yang memiliki salinitas tinggi, sehingga perlu dilakukan suatu pengolahan untuk menurunkan salinitas dari air payau. Penurunan salinitas air payau salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi membran. Tujuan dari penelitian ini aitu untuk menurunkan salinitas pada air payau sehingga dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Membran yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dari polimer selulosa triasetat. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah tekanan, yaitu sebesar 1 ; 2 ; 2,5 ; 3 ; dan 3,5. Preparasi membran dilakukan berdasarkan prinsip dari proses inversi fasa secara presipitasi imersi. Karakteritik membran dapat ditentukan berdasarkan pengujian nilai permeabilitas (Lp), dan cloud point. Berdasarkan nilai permeabilitas yang diperoleh, diketahui bahwa membran yang dihasilkan dari proses preparasi ini mendekati jenis membran nanofiltrasi. Nilai fluks terhadap air murni maksimum diperoleh pada tekanan 3,5 bar yaitu 13,551 mL/m2.s, sedangkan persen rejeksi maksimum membran dihasilkan pada tekanan 3 bar yaitu 68,69%. Disamping itu juga dilakukan pengujian solidifikasi membran untuk terjadinya perubahan phasa. Proses solidifikasi dikatakan sempurna apabila telah tercapainya cloud point. Jumlah non-pelarut yang ditambahkan sehingga terbentuknya titik embun (cloud point) yaitu 2,15 gram.
Keyword : air payau, salinitas, membran, selulosa triasetat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK