<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24724">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KANDUNGAN PROTEIN PADA AMPAS SUSU KEDELAI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ratih Yunitasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kedelai merupakan kacang yang dikonsumsi oleh seluruh masyarakat karena mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan salah satunya adalah protein. Ampas kedelai adalah produk samping hasil pembuatan susu yang didalamnyamasih terkandung protein yang cukup tinggi. Keterbatasan masyarakat akan pengetahuan dan modal membuat mereka tidak optimal memanfaatkan limbah ampas kedelai yang masih mengandung protein. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan protein ampas sisa pembuatan susu kedelai sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai. Kedelai direndam selama 10 jam dan pada ampas kedelai dilakukan fermentasi awal selama 3 – 5 hari sampai terbentuknya jamur di seluruh permukaan ampas. Fermentasi menggunakan jamur tempe dan ragi untuk melihat perbedaan waktu pertumbuhan jamur antara keduanya. Pada penelitian ini hasil yang dianalisis yaitu kadar protein dan kadar air, kadar protein dianalisis dengan lima rasio ampas : air yaitu 1:4, 1:5, 1:6, 1:7, dan 1:8. Metode untuk menganalisis protein yaitu dengan cara Destruksi, Destilasi, dan Titrasi. Protein yang tertinggi diperoleh pada rasio ampas : air sebesar 1:5 yaitu 12,46%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka rasio 1:5  memiliki kadar air sebesar 76,55%. Oleh karena itu, untuk fermentasi digunakan rasio 1:5 agar tidak mengurangi manfaat protein maupun gizi lain dalam bahan baku kecap.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>24724</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-08-18 10:18:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-18 11:22:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>